Senin, 08 Juni 2015

Mengenal pesugihan

Pesugihan merupakan kata jawa yang berasal dari kata “sugih” yang dalam bahasa indonesia memiliki arti “kaya”. Dengan mendapat awalan pe- dan akhiran –an dapat kita artikan sebuah usaha untuk memperoleh kekayaan. Dari arti kata tersebut di atas dapat kita simpulkan bahwa pesugihan merupakan suatu usaha yang dilakukan oleh seseorang untuk  mendapatkan kekayaan berupa harta, benda, maupun uang. 

Selayang pandang

Jauh sebelum adanya agama masuk ke nusantara penduduk pribumi di wilayah Indonesia telah mengenal sistem kepercayaan yakni animisme dan dinamisme yang kurang lebih memiliki pengertian bahwa manusia pada masa tersebut telah mengenal adanya kekuatan lain di luar nalar manusia itu sendiri baik kepercayaan terhadap roh nenek moyang, kekuasaan gaib, benda magis dan lain sebagainya. Hal ini dapat diketahui dengan ditemukannya sejumlah tempat pemujaan yang dewasa ini dekenal dengan sebutan dolmen.
mengenal-pesugihan
Kepercayaan terhadap adanya kekuatan diluar nalar manusia inilah yang kemudian menumbuhkan sistem kepercayaan dan kebudayaan yang berikutnya diajarkan secara turun temurun dari generasi ke generasi. Meskipun sistem kepercayaan anisme-dinamisme di Indonesia lambat laun terkikis akan kehadiran sistem kepercayaan berupa agama mulai dari hindu, budha, dan Islam namun pada kenyataannya hingga saat ini masih ada saja masyarakat yang memiliki aliran kepercayaan baik berupa kepercayaan benda bertuah, jimat, maupun tempat-tempat angker seperti makam, pohon besar, gunung, batu, pantai, dan lain sebagainya. Begitu pula dengan kepercayaan masyarakat terhadap sesuatu yang bisa memberikan bantuan kepadanya yang biasanya “sesuatu” di sini berkaitan dengan keberadaan makhluk ghaib.

Pesugihan sesat di zaman modern

ilustrasi-sesaji-pesugihan
Entah dari mana awal pemahaman masyarakat Indonesia terhadap pesugihan, yang jelas dari generasi ke generasi ritual untuk mencari pesugihan masih saja ditemukan. Sebagai makhluk ciptaan, manusia memang telah dinaskan sebagai makhluk yang memiliki nafsu, dan kurang bersyukur. Terlebih desakan ekonomi dan tuntutan hidup dari masa ke masa seakan semakin memojokkan manusia dalam jurang kesesatan.

Lemahnya keimanan dan ketaqwaan terhadap Allah SWT menjadi salah satu pemicu terjadinya fenomena diluar logika manusia untuk mencari pesugihan. Bahkan pada zaman modern seperti saat ini dimana bangsa lain tengah berupaya dan berlomba untuk memajukan teknologi mencapai negara yang makmur justru masyarakat kita masih banyak mengikuti kesesatan para pendahulu dengan mencari pesugihan guna memenuhi kubutuhan hidup sebagaimana yang mereka inginkan.

Upaya untuk mencari kekayaan dengan cara instan ini kerap kali merugikan diri pelaku maupun orang lain. Ritual dan jalan dalam mencari pesugihan seperti pesugihan alas purwo, pesugihan gunung kemukus, pesugihan gunung kawi, pesugihan tuyul, buto ijo, nyi blorong, babi ngepet, dan lain sebagainya jelas merupakan ritual sesat yang melanggar norma agama dan sosial. Sayangnya, situasi ini kerap kali dijadikan pihak-pihak tertentu sebagai usaha mencari kekayaan pula seperti adanya dukun dan juru kunci yang menawarkan jasa ritual mencari pesugihan dan lain sebagainya.

Perlu kita ketahui bersama bahwa laku orang-orang para pencari pesugihan merupakan tindakan sesat dan biasa dilakukan suatu persekutuan dan perjanjian dengan syetan. Dengan segala tipu daya dan kemampuan yang dimiiliki syetan dalam menyesatkan manusia seringkali berhasil mengecoh dan menjerumuskan manusia dalam jalan hitam.

Pesugihan dalam Islam

ilustrasi-sesaji-dan-ritual-pesugihan
Sebagaimana penjelasan yang telah kita uraikan di awal, bahwa pesugihan merupakan suatu usaha yang dilakukan oleh seseorang untuk  mendapatkan kekayaan berupa harta, benda, maupun uang jelas sekali islam sendiri juga memberikan solusi bagi para penganutnya dalm memecahkan masalah perekonomian ini. Sudah seharusnya pesugihan sesat  dengan cara bersekutu dengan syetan/ jin hendaknya kita jauhkan dari fikiran dan benak kita, karena agama kita sendiri yakni Islam telah menganjurkan berbagai cara untuk mendatangkan rezeki halal. Adapun jalan tersebut yang telah dicontohkan oleh baginda nabi Muhammad SAW diantaranya adalah: sholat dhuha, zakat, berhaji, sedekah, dan lain sebagainya yang tentunya akan semakin mendekatkan diri kita kepada Allah SWT.

Banyak orang-orang ahli agama yang mengajarkan kita untuk membuka jalan rezeki kita secara syariat, baik secara langsung maupun tidak langsung. Meskipun ajaran tersebut tidak menjanjikan secara instan namun dengan melakukannya secara ikhlas, bersungguh-sungguh, dan istiqomah insya Allah jalan rezeki kita akan dibukakan oleh Allah SWT bagi mereka orang-orang yang sabar.

Semoga dengan memahami mengenai pesugihan tersebut di atas kita dapat membedakan tindakan, perilaku, maupun ritual yang boleh di amalkan dalam ajaran agama maupun yang diharamkan.

You May Also Like

Subscribe by Email

Mengenal pesugihan
4/ 5
Oleh