Jumat, 25 November 2016

Misteri Ribuan Gua Buatan manusia di Nepal

Misteri Ribuan Gua Buatan manusia di Nepal

Kabarnya menemukan ribuan gua yang diukir di tebing-tebing pegunungan Himalaya. Berada di ketinggian 155 kaki dari daratan, gua buatan manusia ini diklaim sebagai salah satu misteri arkeologi terbesar di dunia. ribuan lubang yang diukir ini tampak rapuh, tebing berwarna khas pasir dengan jurang besar yang membentang.

Gua – gua yang diyakini dahulu merupakan kerajaan kuno ini memiliki banyak lubang atau terowongan dan menyisakan misteri siapa dan mengapa gua tersebut dibangun ,Tersembunyi dalam Himalaya, ribuan gua buatan manusia ini adalah salah satu misteri arkeologi terbesar dalam sejarah dunia.



Gua-gua buatan yang jumlahnya menakjubkan ini, beberapa gua digali ke tebing, yang lain adalah terowongan yang digali dari atas, berusia ribuan tahun, tetapi siapa yang membangun mereka dan untuk apa mereka dibangun masih merupakan misteri.

Juga tidak diketahui pasti bagaimana orang naik ke gua-gua yang digali pada tebing setinggi 47 meter di atas dasar lembah.



Gua-gua buatan yang jumlahnya diperkirakan mencapai 10.000 buah ini ditemukan di wilayah yang dulunya adalah wilayah Kerajaan Mustang yang sekarang masuk daerah Nepal dan sebagian Tibet. Sebelumnya pemerintah Nepal melarang siapapun baik peneliti maupun wisatawan untuk mengunjunginya. Baru beberapa tahun terakhir wilayah ini dibuka.

Bagi Mereka yang telah melihat gua-gua misterius ini mengatakan bahwa efek mereka pada tebing membuatnya terlihat seperti benteng pasir raksasa.



Para peneliti menemukan lukisan dinding dari abad ke-14 yang tak ternilai yang termasuk 55 panel gambaran kehidupan Buddha, juga sisa-sisa kerangka manusia yang berusia hampir 3000 tahun dan perpustakaan yang tersembunyi berabad-abad yang berisi 8000 teks yang menjelaskan doktrin Buddha Tibet untuk masalah hukum dan bahkan teks-teks suci yang sebagian besar bertanggal kembali ke abad 15 Masehi. Peneliti juga menemukan bahwa gua-gua yang telah mereka jelajahi dinding-dindingya memiliki lapisan lapisan yang menempel satu diatas lainnya. Berdasarkan penemuan-penemuan itu, kemungkinan gua-gua ini telah digunakan oleh berbagai generasi dengan tujuan yang berbeda-beda.

Awalnya gua-gua digunakan sebagai pemakaman oleh masarakat yang dulu tinggal di desa-desa terdekat dan diperkirakan ini terjadi pada 1000 SM. Setelah itu, sekitar abad ke 10 Masehi masarakat di sekitar gua-gua tersebut menggali lebih banyak gua pada tebing untuk tempat tinggal dan perlindungan karena desa-desa mereka dilanda perang memaksa mereka untuk meninggalkan rumah mereka. Akhirnya, sekitar abad ke 14 M, setelah perang mereda, masarakat kembali pindah ke rumah mereka dan meninggalkan gua-gua mereka dalam keadaan kosong yang akhirnya digunakan oleh para biarawan yang mencari tempat yang sunyi untuk meditasi, sehingga mengubah gua menjadi semacam biara atau perpustakaan pada saat itu.




  Sumber: Forumviva
  ​

Senin, 21 November 2016

3 Takhayul Malam Hari Yang Dipercayai Orang Jepang

3 Takhayul Malam Hari Yang Dipercayai Orang Jepang

Jepang termasuk dalam negara yang terkenal percaya dengan takhayul. Banyak sekali hal-hal yang dipercayai bila dilakukan dapat mendatangkan hal buruk. Mungkin yang paling sering didengar adalah tidak meninggalkan sumpit di nasi dan angka sial adalah angka 4. Dari sekian banyak takhayul beberapa di antaranya ada yang mengambil waktu di malam hari. Berikut adalah 3 takhayul malam hari yang sampai sekarang masih dipercayai oleh orang Jepang.

1. Memotong Kuku Di Malam Hari


Apakah alasan penerangan yang buruk menjadi alasan tidak boleh memotong kuku di malam hari? Bukan. Yang percaya takhayul berkata bila aksi ini dapat mendatangkan kematian karena roh jahat akan dapat masuk ke dalam tubuh. Kuku dianggap sebagai bagian dari jiwa jadi jika kalian memotongnya di malam hari seperti mengundang roh jahat untuk masuk dan merusak tubuh kalian dari dalam.

2. Melihat Laba-Laba



Jika kalian sedang berada di Jepang dan melihat laba-laba di pagi hari itu bukanlah hal yang buruk. Beda halnya bila terjadi di malam hari. Ada baiknya melemparnya keluar untuk nasib yang lebih baik.

3. Memakai Sepatu Baru di Malam Hari



Jangan sekali-kali mencoba untuk memakai sepatu baru yang kamu beli di malam harinya karena akan mendatangkan nasib buruk. Apalagi menggunakannya di dalam rumah Jepang yang dilapisi oleh tatami. Dipercaya bila hal tersebut akan dapat merusak karir di pekerjaan kalian. Sumber: forum.viva.co.id

Senin, 07 November 2016

Misteri Keberadaan Makam Adolf Hitler Menurut Dokumen Terbaru FBI

Menurut otoritas pemerintah Rusia, tengkorak dan rahang Führer dengan beberapa gigi utuh, disimpan dengan aman jauh di salah satu kubah Vladimir Putin di Moskow



ADOLF Hitler, pemimpin NAZI dikenal sebagai “Fuhrer Germany,” diyakini selamat dari Perang Dunia 2 dan melarikan diri ke wilayah koloni Inggris. Dan dia dikebumikan di makam Yesus Kristus.

Seperti diberitakan oleh Dailystar (29/5), berdasarkan dokumen rahasia FBI, mantan penyidik kejahatan perang PBB John Cencich Kand dan jurnalis Gerrard Williams menyimpulkan Hitler lolos pada saat jatuhnya Reich Ketiga pada tahun 1945.

Investigasi mereka menemukan bahwa Hitler lolos dari Berlin sesaat sebelum Soviet menginvasi jerman, dia membuat perjalanan ke Kepulauan Canary dan kemudian Amerika Selatan.

Tapi sekarang teori konspirasi menunjukkan bahwa diktator Nazi itu, kemungkinan dimakamkan di tempat terpencil di Kashmir India yang merupakan bagian dari koloni Inggris.

Yang luar biasa adalah bahwa diktator jahat tersebut dimana ia membenci segala bentuk agama, dimakamkan di kuil terkenal yang diidentifikasi sebagai tempat peristirahatan terakhir Yesus Kristus.

Teori bahwa Hitler melarikan diri ke Kashmir melalui Timur Tengah dan Afghanistan, telah beredar di kalangan warga Kashmir selama bertahun-tahun.

Penulis dan sejarawan Kashmir Farooq Renzu Shah, menegaskan bahwa Hitler melarikan diri ke Kashmir, India, di mana makamnya berada di taman Rozbal. Di jalanan kumuh Srinagar, terdapat sebuah bangunan tua yang dikenal sebagai kuil Rozabal.



Tapi tempat itu digembok dengan ketat dan memiliki penjaga yang memastikan tidak ada orang yang mendekati mayat tersebut. Shah percaya fakta mengenai Hitler dapat ditemukan pada dokumen resmi FBI, yang ia serukan untuk diklasifikasikan.

Dia mengklaim bahwa Adolf merupakan sahabat nasionalis India dan simpatisan Nazi, yang disebut dengan Subhas Chandra Bose. Bose berkolaborasi dengan Jepang dalam perang melawan pemerintahan Inggris di India.

Bose menyerukan kebencian kepada Inggris dengan bantuan kekuatan Poros Jepang dan Jerman karena penjajahan mereka di India. Ia memimpin Tentara Nasional India. Dia bahkan tinggal di Reich Ketiga selama perang dan membentuk persahabatan yang baik dengan Hitler.


Menggunakan koneksinya di India, Bose dikabarkan telah mengatur tempat yang aman untuk kepala Nazi di antara lingkungan Maharaja Kashmir.

Tidak diketahui dengan jelas penyebab Hitler meninggal. Ia diduga menderita gejala penyakit Parkinson, dan hanya bisa hidup untuk beberapa tahun dengan obat yang tersedia di tahun 1940-an. Hal ini digunakan mengklaim bahwa ia kemudian dibawa ke sebuah makam di Rozabal yang terkenal sebagai tempat peristirahatan terakhir dari Kristus.

Tetapi karena tempat yang diduga menjadi makam Hitler merupakan situs suci, sebuah penggalian tidak dimungkinkan dilakukan dalam waktu dekat karena undang-undang yang ketat menjaga situs spiritual tersebut.

Sementara itu Rusia menegaskan bahwa ia mati, dan mereka memiliki tulang belulang Hitler untuk membuktikannya. Menurut otoritas pemerintah Rusia, tengkorak dan rahang Führer dengan beberapa gigi utuh, disimpan dengan aman jauh di salah satu kubah Vladimir Putin di Moskow.

Namun sisa-sisa tulang itu sendiri belum bisa dikonfirmasi sebagai bagian mayat Adolf, dan beberapa klaim Uni Soviet diklaim merupakan pemalsuan penemuan untuk menghindari rasa malu karena Hitler telah berhasil melarikan diri di bawah hidung mereka sendiri.

Namun hingga tulang di Rusia dan di Kashmir bisa dilakukan tes DNA, kita tidak akan pernah tahu nasib sebenarnya dari Adolf Hitler.


Sumber: Forumviva

Rabu, 02 November 2016

Misteri Lenyapnya Sisa-sisa 6 Ton Emas dari Istana Rusia

Bagaimana ya sensasinya tinggal di istana yang megah, seperti istana Grand Catherine I yang berlapis emas? Pengalaman ini pernah dirasakan Ratu Rusia dan istri kedua dari Peter the Great yang pernah menempati ruangan megah berhias emas dan batu mulia lainnya, dari lantai hingga langit-langit.




Selama hampir dua ratus tahun, ruangan Amber menjadi salah satu destinasi wisata yang paling banyak didatangi wisatawan saat datang ke Istana Catherine. Namun sayangnya, kegemerlapan bangunan yang berada di dekat Saint Petersburg ini menjadi incaran Nazi untuk datang menyerbu.

Peristiwa itu menghancurkan keindahan ruangan Amber, bahkan 6 ton emas kuning yang bernilai 140-500 juta dolar menghilang tanpa jejak.

Dulu sebenarnya emas-emas yang berada di ruangan Amber pernah dipasang di Berlin City Palace. Sebuah kediaman musim dingin Raja pertama Prussia, Frederick I.

Ruangan Amber merupakan hasil rancangan pematung Jerman bernama Andreas Schluter. Kemudian berhasil diwujudkan bersama pengrajin kuningan Denmark, Gottfried Wolfram, Ernst Schacht dan Gottfried Turau dari Danzig.

Dan pada saat kunjungan Peter The Great I di tahun 1716, ia menunjukan ketertarikan pada desain ruang Amber. Lalu berhasil dipindahkan ke rumah musim dingin St Petersbug di Rusia. Sebelum akhirnya putri Petrus, Czarina Elizabeth memutuskan untuk memindahkannya kembali ke kamarnya di Catherine Palace pada tahun 1755

Ruangan kembali dipugar dan diperbesar sepanjang abad ke-18 menjadi ruangan meditasi pribadi dan ruangan pertemuan pribadi. Lalu berubah fungsi lagi saat digunakan Alexander II (1818-1881) menjadi ruangan untuk memajang koleksi piala Ambernya.

Pada tahun 1941, peta polik berubah ketika Nazi mengintervensi Uni Soviet. Dimana harta karun dan benda seni di seluruh pelosok negeri berhasil mereka jarah. Dan tujuan utama mereka tak lepas dari ruang Amber yang mereka percaya sebagai milik Jerman.

Kurator Amber mencoba membongkar dan menyembunyikan ruangan Amber, dengan membuat sebuah wallpaper. Namun bertahun-tahun kemudian menjadi rusak dan mulai runtuh.

Sehingga berhasil diketahui oleh Nazi dan dalam waktu 36 jam mereka berhasil merobohkan ruangan untuk dikirim ke Konigsberg Jerman. Dan sekarang ini berhasil dibangun ulang di Museum Benteng Konigsberg.

Menjelang akhir perang, saat para pasukan Soviet difokuskan ke arah kota, Jerman membongkar ruangan tersebut dan mengemasnya dalam peti. Dan ternyata tak lama setelah itu, Soviet mengebom benteng menjadi reruntuhan bangunan saja.

Dan melalui beberapa laporan disebutkan bahwa peti yang berisi panel ruangan Amber tetap tersembunyi di dalam ruangan itu sendiri. Meskipun gedungnya telah hancur berkeping-keping.

Tak berhenti sampai di situ saja, rumor terus berlanjut bahwa Nazi berhasil memindahkan peti keluar dari reruntuhan benteng.

Mereka berhasil membawanya ke beberapa lokasi rahasia sesaat sebelum Soviet meluluhlantakkan kota. Beberapa pendapat yang bertahan hingga kini mengatakan bahwa peti berada di bungker-bungker tua rahasia.

Pada tahun 1978, akhirnya Pemerintah Soviet mulai membangun replika ruang Amber berdasarkan dokumentasi bangunan asli dari foto hitam putih. Proyek ini berhasil dalam waktu 24 tahun dan membutuhkan dana besar karena mengharuskan para pengrajin untuk mempelajari kembali seni kuno.

(Sumber: Amusingplanet.com)