Selasa, 09 Juni 2015

Cerita Pesugihan Kandang Bubrah Jawa Timur

Selain buto ijo dan tuyul cerita pesugihan kandang bubrah juga acapkali terdengar santer dikalangan masyarakat jawa. Entah bagaimana asal usul kisah tersebut, meskipun cerita yang beredar sangat beragam namun sebagian besar masyarakat jawa khususnya sangat mempercayai adanya laku pesugihan ini. “Sangat fenomenal” mungkin ini yang dapat menggambarkan cerita misteri tentang pesugihan yang konon berada di wilayah perbatasan antara wilayah jawa timur dan jawa tengah  ini. Untuk mengetahui lebih jauh seperti apa dan bagaimana ritual pesugihan serta pendapat masyarakat tentang hal tersebut dapat kita simak dari uraian singkat di bawah ini.

Pesugihan Kandang Bubrah

Dalam bahasa jawa kandang bubrah merupakan gabungan dari kata “kandang/ rumah hewan” dan “bubrah” yang masing-masing memeliki makna “kandang” dan “rusak”. Entah darimana awal nama pesugihan tersebut diberikan oleh masyarakat, mungkin saja karena salah satu ritual dalam mencari pesugihan sesat ini dengan melakukan renovasi rumah. 
gambar-pesugihan-kandang-bubrah-ilustrasi

Ada banyak pendapat di kalangan masyarakat yang menggambarkan tentang ritual pesugihan yang telah terkenal puluhan bahkan ratusan tahun silam tersebut. Di antaranya adalah sebagai berikut:

Pendapat pertama
Ada beberapa masyarakat yang berpendapat bahwa laku ritual pesugihan dilakukan dengan cara memperbaiki rumah secara rutin setiap satu tahun sekali baik karena adanya kerusakan maupun tidak. Namun disamping hal tersebut, konon secara sadar maupun tidak sadar dalam melakukan renovasi rumah tersebut ada saja orang yang menjadi korban atau juga kerap disebut dengan tumbal. Entah bagaimana kebenaran pendapat masyarakat ini hanya Allah SAW yang Maha Mengetahui.

Pendapat kedua
Pendapat ini sebenarnya hampir sama dengan pendapat pertama, dimana para pelaku pencari pesugihan harus melakukan perbaikan rumah dalam waktu satu tahun sekali dan melakukan ritual sesat dengan orang tertentu secara rutin. Jika pendapat kedua dalam menggambarkan cerita pesugihan kandang bubrah ini benar adanya berarti dapat kita lihat dengan jelas bagaimana para jin menyesatkan manusia agar terjerumus dalam kenistaan yang nyata dengan melakukan perbuatan sesat secara terang-terangan.

Pendapat ketiga
Selain kedua pendapat di atas masih ada pendapat lain dalam menggambarkan ritual kandang bubrah. Pendapat ketiga ini mengatakan bahwa para pelaku ritual pesugihan ini selain harus melakukan perbaikan rumah seperti pendapat pertama dan kedua juga menyatakan bahwa para pelaku ritual harus menyediakan banyak jenis sesaji dalam rumah seperti kembang setaman, nasi uduk, jajanan pasar, uang logam, daging, pisang, kelapa muda, apem , dan lain sebagainya yang konon hampir ratusan jenis sesaji. 
gambar-pesugihan-kandang-bubrah-ilustrasi-sesaji

Tidak seperti tuyul dan nyi blorong yang konon para pelaku langsung mendapatkan harta dari makhluk halus tersebut, pesugihan jenis kandang bubrah diyakini dapat mendatangkan harta melalui perkembangan usaha/ bisnis/ karir si pelaku.

Dari ketiga pendapat di atas jelas dapat kita ketahui bagaimana orang-orang para pelaku pesugihan tersebut terjerumus dalam jalan yang sesat. Padahal sebagai manusia berakal dan beragama tentu tidak ada agama apapun yang membenarkan ritual-ritual pesugihan sesat seperti yang dilakukan oleh pelaku ritual tersebut dan yang pasti suatu saat nanti kelakuan seperti tersebut di atas harus dibayar dengan harga mahal orang para pelaku baik di dunia maupun di akhirat.

Semoga kita senantiasa diberikan petunjuk ke jalan yang benar dan dijauhkan dari sifat syirik dan musrik serta dihindarkan dari ritual-ritual sesat sebagaimana tergambarkan dalam cerita pesugihan kandang bubrah di atas.

You May Also Like

Subscribe by Email

Cerita Pesugihan Kandang Bubrah Jawa Timur
4/ 5
Oleh