Jumat, 12 Juni 2015

Tumbal Pesugihan Gunung Kawi

Pesugihan gunung kawi merupakan cara sesat yang dilakukan orang-orang tertentu untuk mendapat kekayaan. Tak jarang tumbal dalam pesugihan gunung kawi menjadi syarat yang memberatkan para pelaku ritual tersebut. Halaman yang berjudul “tumbal pesugihan gunung kawi” ini sengaja dituliskan sebagai gambaran umum dan sekedar review fenomena sosial yang terdapat pada masyarakat jawa pada umumnya. Ada sebuah kisah menarik terkait dengan ritual dan tumbal dalam mencari kekayaan di salah satu lereng gunung yang berada di Jawa Timur ini.

Cerita Pesugihan Gunung Kawi

Kabut pekat seakan menusuk hidung yang tengah menikmati kopi di sebuah warung tenda tepi jalan di salah satu sudut kota malang. Udara dingin dan kabut yang mulai turun semakin menghangat seiring obrolan hangat tentang cerita misteri yang dikisahkan oleh pemilik warung tenda tersebut. Sebut saja Ki Wongso, penjual kopi di pinggiran kota yang kerap jadi tempat saya bersinggah selama tugas di kota malang. Beliau memang terkenal ramah dan baik pada setiap pelanggannya, tak heran jika warung tendanya selalu ramai dikunjungi orang setiap malam.

Tumbal-Pesugihan-Gunung-Kawi
Malam itu sekitar pukul 23.10 WIB setelah selesai kerja lembur saya memutuskan untuk mampir ke warung tenda milik Ki Wongso untuk sekedar ngopi. Maklum sebagai karyawan salah satu bank swasta sudah jadi kebiasaan lembur tiap akhir bulan. Sesaat memarkirkan kendaraan saya sempet kaget kenapa malam ini tidak seperti malam biasanya. Warung Ki Wongso terlihat sangat sepi jika dibandingkan dengan malam-malam biasanya. Setelah kopi pesanan saya disajikan sama Ki Wongso sedikit berbasa-basi saya menanyakan hal yang membuat warungnya sepi.

“Kok tumben Ki warungnya terlihat sepi gak seperti biasanya?” tanyaku basa-basi.Ki Wongsong lantas menjawab dengan nada agak mengeluh. “Iya ini mas, sudah 3 hari ini seakan pelanggan enggan jajan kesini, mungkin karena akhir bulan, atau bisa juga karena cerita heboh tentang tumbal pesugihan gunung kawi yang akhir-akhir ini santer dibicarakan, mungkin karena itu pula jadi pada enggan keluar malem”.“Pesugihan apa gunung kawi itu Ki?” tanyaku,

Lantas Ki Wongso bercerita mengenai rumor yang terjadi pada masyarakat sekitar akhir-akhir ini.
“Akhir-akhir ini memang jarang orang berani keluar malam hingga larut seperti ini, pasalnya seminggu yang lalu masyarakat dihebohkan dengan kejadian kesurupan di wilayah sekitar sini. Menurut rumor yang beredar dari orang-orang katanya ia kesurupan karena mau diambil sebagai tumbal pesugihan gunung kawi. Memang cerita tentang pesugihan ini sudah lama tidak santer dibicarakan masyarakat, namun gak tau kenapa kok tiba-tiba ada kejadian seperti itu terulang kembali.” Cerita Ki Wongso.

“Ilmu apa itu Ki, kok sepertinya bikin penasaran” tanyaku. Kemudian Ki Wongso melanjutkan ceritanya, “Gunung kawi itu gunung yang berada di sebelah sana mas, masuk kecamatan wonosari, ditempat tersebut memang terkenal sebagai tempat wingit yang banyak digunakan sebagai tempat ziarah. Ya yang namanya orang hidup mas, ada hitam dan ada yang putih begitu pula dengan para peziarah ditempat itu, selain orang yang berziarah sebagai laku spiritual ada juga yang melakukan ritual untuk mendapatkan kekayaan, kata orang sih cari pesugihan. Disana memang ada orang yang sengaja datang untuk laku ritual tersebut, dengan berbagai cara dan syarat seperti sesaji bahkan tumbal”.

Tumbal Pesugihan Gunung Kawi

Tumbal Pesugihan Gunung Kawi
Waktu telah menunjukkan pergantian hari, namun cerita dari Ki Wongso seakan membuat saya tetap betah berada di warung tendanya untuk mendengarkan kelanjutan cerita tersebut.

“Lantas cerita apa Ki yang santer akhir-akhir ini” timpalku. “Minggu lalu ada seorang anak di daerah Juwiring yang kesurupan, sudah berbagai cara penyembuhan orang-orang pintar disekitar namun tidak ada yang berhasil mengusir jin yang memasuki anak tersebut. Usut punya usut sih katanya jin yang masuk itu mau ambil nyawa si anak karena telah dipersembahkan sebagai tumbal pesugihan gunung kawi, namun siapa pelaku ritual pesugihan yang telah mempersembahkan anak tersebut tidak banyak diketahui orang, ada yang bilang si A, ada yang bilang si B, ada pula yang bilang si C. Sebagai syarat laku ritual mendapat kekayaan memang seringkali para oknum diberikan syarat oleh jin penunggu bermacam-macam, ada yang diminta menyembelih ayam, kambing, maupun kerbau dengan ciri dan syarat khusus entah berbulu hitam pekat, berbulu putih mulus, dan lain sebagainya. Tapi ini juga Cuma katnya lho mas, wong saya juga belum pernah mengalami sendiri.” Pungkasnya.

Dari cerita di atas tentu dapat kita simpulkan bahwa apapun jenis tumbal dan ritual yang disyaratkan dalam suatu prosisi mencari kekayaan instandengan melakukan pemujaan merupakan jalan sesat yang perlu kita waspadai dan kita hindar. Sebagaimana diceritakan oleh Ki Wongso mengenai tumbal pesugihan gunung kawi yang konon didapat dari pengakuan jin yang merasuki seseorang belum tentu pula benar adanya. Karena bisa saja jin/ syetan tersebut ingin mengadu domba dengan menyebutkan siapa pelaku pesugihan. Semoga dapat memberikan sedikit gambaran dan hiburan.

You May Also Like

Subscribe by Email

Tumbal Pesugihan Gunung Kawi
4/ 5
Oleh