Jumat, 30 Desember 2016

Misteri Jenazah 24 Tahun Tidak Membusuk

Belakangan ini saluran TV Beijing mengulas lagi program Seputar Kehidupan memberitakan kasus ibu tua Xianghe dengan jenazah tidak membusuk yang pernah menggemparkan seluruh negeri. Sampai sekarang ibu tua tersebut sudah meninggal selama 24 tahun. Jenazahnya tetap tidak membusuk. Rambut putihnya pun tidak rontok.

Ibu tua dari wilayah Xianghe ini bernama Zhou Fengchen dari desa Hu Chuang Zi, kota Shuyang, kabupaten Xianghe di provinsi Hebei, Tiongkok. Semasa hidup dan setelah kematiannya dia telah meninggalkan misteri yang belum terungkap. Pada waktu itu banyak media domestik telah melakukan pemberitaan yang rinci.



Melakukan suatu hal besar yang menggemparkan seluruh negeri

Namun kali ini stasiun TV Beijing justru memberitakan lebih dahulu perilaku yang abnormal dari ibu tua Zhou Fengchen sebelum meninggal dunia. Setelah tahun baru Imlek 1992, ibu tua yang telah menetap selama 16 tahun di rumah Yang Shoude putra sulungnya berkali-kali minta kembali ke Xianghe, tapi pihak anak dan cucu berusaha mencegahnya dengan berbagai cara. Sampai akhirnya tiba Agustus, benar-benar tidak lagi bisa dicegah baru sang ibu tua itu dibawa pulang untuk kembali tinggal di kampung halamannya.

Awal November, ibu tua ini pernah menginap sebentar di rumah sakit, kemudian memaksa untuk dipulangkan. Setelah itu, ibu tua tersebut kelihatannya mulai secara sadar mengadakan persiapan fisik dan psikologis sepenuhnya agar tubuhnya tidak membusuk. Mulai dari minum air, makan lauk kering, berpuasa, muntah, buang air, pengeluaran dahak sampai pembersihan mulut, membersihkan tubuh, seluruh proses sangat teratur, yang berlangsung selama lebih dari 20 hari. Kemudian kembali lagi ke Beijing.

Malam hari, 24 November, ibu tua dalam kondisi kesadaran penuh mencabut sendiri selang oksigen kemudian berkata, ”Saya akan tidur, tidak memerlukannya lagi.”

Kemudian dengan tenang memejamkan sepasang mata, napas dan detak jantungnyapun berhenti, pada usia 88 tahun.

Sedangkan seingat Yang Xueqiang, seorang cucu dari ibu tua tersebut, ibu tua itu berkata kepadanya, “Kasus saya bakal buat heboh, bukan hanya Xianghe yang harus diberitahu, seluruh Tiongkok juga harus diberitahu, dan yang terakhir biarlah seluruh dunia mengetahuinya”.

Pada saat itu Yang belum mengerti benar maksud dari kata-kata ibu tua itu, sampai setelah kejadian-kejadian aneh yang muncul sesudah sang ibu tua itu meninggal dunia.

Keajaiban-keajaiban setelah meninggal dunia

Menurut pengungkapan media dan stasiun TV Beijing masa awal, setelah ibu tua Zhou Fengchen meninggal dunia, tubuhnya tidak seperti orang biasa yang dengan cepat menjadi dingin dan mengeras, melainkan seperti sedang tidur biasa. Air mukanya tenang damai.

Dalam keadaan normal, manusia yang meninggal dunia setelah kira-kira dua jam suhu tubuhnya akan menurun. Pada jenazah akan nampak gejala-gejala kekakuan otot (rigor mortis) dan bintik-bintik hijau tanda kelapukan dan lain-lain, namun kejadian ini tidak muncul pada jenazah ibu tua tersebut.

Ujung jari ibu tua itu memerah, menandakan cairan darah tidak membeku. Tujuh hari kemudian, lengannya masih dapat digerakkan, tubuh mulai muncul fenomena pengisian udara, sehari kemudian. Seluruh tubuh berbentuk seperti kantung udara.

Setelah itu, kulit tubuh koyak sebagian, dan mengeluarkan cairan merah yang tidak berbau dalam jumlah besar, kemudian sejalan dengan dikeluarkannya cairan secara terus menerus, tubuh yang menggelembung berangsur-angsur berkurang. Sampai 25 Desember, cairan yang dikeluarkan pada dasarnya telah habis, tubuh telah pulih ke dalam bentuk asalnya. 30 Desember, keluarga ibu tua menggantikan pakaian yang basah dirembesi cairan.

Kira-kira satu bulan setelah meninggalnya ibu tua, tangan putri ibu tua dan dua orang rekan kerja Yang Xueqiang dengan tidak disengaja menyentuh tubuh ibu tua, tangan mereka segera menjadi harum.

Ada yang tangan kiri menyentuh, ada yang tangan kanan menyentuh, yang tangan kiri menyentuh tangan kirinya berbau harum, yang tangan kanan menyentuh tangan kanannya berbau harum, tangan lainnya tidak harum. Bau harum ini bukanlah bau harum kosmetik biasa, melainkan harum sedap yang samar-samar. Bau harum berlangsung terus selama satu bulan, dicucipun tidak hilang.

Setelah tahun baru 1993, tubuh ibu tua tersebut mulai mengeluarkan sekresi berminyak. Enam bulan kemudian sekresinya mulai berkurang secara berangsur. Ketika waktu memasuki 2016, tubuh Zhou Fengchen sang ibu tua tetap tidak menunjukkan gejala pembusukan. Dan semuanya ini belum mampu dijelaskan oleh kalangan ilmuwan masa ini. Tepat seperti yang diramalkan olehnya, dia telah menggemparkan seluruh Tiongkok, juga telah menarik perhatian dunia.

Mengetahui terlebih dahulu yang akan terjadi setelah kematiannya

Menurut sebuah sumber dari orang dalam yang pernah menengok jenazah ibu tua dari luar jendela.

Pada waktu itu sang ibu tua sudah meninggal selama tiga tahun, putra ibu tua itu berkata, “Menjelang meninggal, ibu berpesan, agar keluarga melepaskan seluruh pakaian ditubuhnya, menggunakan tikar dari lempengan bambu menutupi dirinya dan meletakkannya di atas kang (tempat tidur yang terbuat dari batu bata yang dapat dihangatkan dengan api), dan bahwa dirinya telah mencapai taraf kedewaan, setelah meninggal dunia tubuhnya tidak akan membusuk, tidak boleh dimasukkan ke dalam peti mati, dan lain sebagainya……”

Karena merasa ibunya setelah meninggal dibiarkan bertelanjang dan hanya dibungkus dengan tikar bambu tidaklah memenuhi norma bakti, namun berhubung menjelang wafat seluruh ruangan dipenuhi bau harum, putra putri ibu tua itu pun tidak berani melanggar pesan, maka dibiarkan tetap seperti kondisi itu. Banyak sekali saksi yang mengetahui hal tersebut.

Selain itu, sang ibu tua ketika menjalani perawatan di rumah sakit, pernah kelepasan berkata pada putri bungsunya, ”Abang sulungmu sebentar lagi akan datang.”

Baru saja diucapkan lima menit, Yang Shoude putra sulung ibu tua benar-benar telah kembali dari Beijing. Sedangkan ketika keluarga berniat menghibur ibu tua dengan mengatakan bahwa sang cucu sebentar lagi akan tiba, ibu tua menggelengkan kepalanya dan berkata, ”Dia besok baru bisa datang!”

Ternyata keesokan harinya, sang cucu dengan terburu-buru baru datang dari Xuzhou. Di tengah malam lima hari menjelang wafatnya ibu tua, dalam perjalanan dari Xianghe kembali ke Beijing. Ibu tua berbaring dalam mobil dengan ditutupi selimut, tetapi mobil telah berjalan sampai dimana pun dia mengetahui dengan jelas dan yang dikatakannya semuanya tepat.

Sedangkan dalam hal mempertahankan tubuhnya, sang ibu tua masih menunjukkan kemampuan memprediksinya. Yang Xueqiang mengatakan, ketika ibunya berhenti bernapas, mereka sama sekali belum mengetahui apa yang dimaksud dengan jasad bodhisatwa (sebutan di kalangan buddhis tentang jasad yang tidak hancur) yang tidak akan membusuk.

Sampai pada hari ke 15 setelah meninggal, sepulang dari bekerja ia berbincang di rumah seorang rekan kerja dan melihat di atas meja terdapat setumpuk surat kabar, sambil lalu ia mengambil satu eksemplar. Terbaca berita tentang jasad tidak membusuk dari seorang bhiksu Daxing dari gunung Jiuhua.

Dilihatnya berita tersebut sangat mirip dengan keadaan neneknya, lalu ia bergegas pulang menunjukkannya kepada keluarga di rumah. Barulah mengetahui bahwa ibu mereka mungkin sudah menjadi jasad bodhisatwa Maka timbullah pikiran untuk menyimpan jenazah ibu tua tersebut.

Yang Xueqiang mengunjungi Institut Riset Sains Tubuh Manusia Tiongkok. Institut itu lantas mengutus seorang profesor yang beragama Buddha untuk membawa rombongannya ke sana. Profesor itu mengatakan bahwa sang ibu tua mengandalkan kultivasi diri sendiri yang telah mencapai tingkatan spiritual sangat tinggi.

Pada akhir abad XX di Tiongkok telah muncul seorang ibu tua seperti ini, merupakan kejadian yang langka dan membanggakan. Kemudian, pihak Institut mengeluarkan maklumat perihal perlindungan jasad bodhisatwa ibu tua tersebut. Pada pagi hari itu Yang Xueqiang bermimpi, sang nenek berkata kepadanya, agar dimulai dengan hari itu, mereka tidak perlu sembunyi-sembunyi lagi dalam mengurus hal-hal yang berhubungan dengan dirinya.

Jelaslah, ibu tua yang bernama asli: Zhou Fengchen itu sudah mengetahui sebelumnya bahwa jika dia harus tetap tinggal di pedesaan. Menurut adat di daerah pedesaan, dua atau tiga hari sesudahnya harus dikebumikan. Sedangkan di Beijing, jenazah dapat disimpan melalui cara ini.

Dalam pengurusan oleh pihak Departemen Penelitian Ilmiah dan pemerintah setempat, keluarga Yang tidak mengkremasi sang ibu tua, bahkan pada 5 Juli 1993 malam diangkut kembali dan disemayamkan di kampung halaman Xianghe.

Selain kemampuan untuk mengetahui hal-hal yang akan terjadi, semasa hidupnya ibu tua juga memiliki kemampuan semacam sensor, misalnya setelah dia tinggal di Beijing, dia mengetahui semua yang terjadi di desa kampung halamannya. Bahkan kadang-kadang jika ada seorang kerabat dari desa yang akan ke Beijing menjenguknya, di pagi hari dia sudah mengetahui, dan berpesan agar menyisakan nasi karena siang ini akan ada tamu yang datang serta dipastikan datang, maka hari itu orang yang dimaksud benar-benar datang, sangat tepat sekali. Sumber: http://forum.viva.co.id/indeks/forums/misteri.282/

Rabu, 28 Desember 2016

Fakta Tahun Baru 2017 di Malam Minggu Legi Bukan Mitos

Fakta Tahun Baru 2017 di Malam Minggu Legi Bukan Mitos

Pergantian tahun baru 2017 bertepatan dengan malam minggu legi menjadi sebuah perbincangan menarik diantara peronda semalam. Berbeda dengan pergantian tahun baru sebelumnya yang bertepatan dengan malam jumat kliwon kali ini penduduk seluruh dunia akan memperingati pergantian tahun baru di malam minggu Legi. Fakta apa saja yang mendasari sekaligus mengikuti malam tahun baru 2017 ini? Simak ulasan di bawah ini.

Dalam penanggalan jawa malam tahun baru 2017 bertepatan dengan hari Minggu legi tanggal 2 bakdal mulud 1950 sekaligus bertepatan dengan tanggal 2 Robiul Akhir 1438 Hijiyah. Dengan fakta tersebut secara otomatis tahun baru 2017 diapit hari sabtu kliwon dan senin pahing dalam kalender jawa.

Penanggalan Jawa Untuk Tahun Baru 2017

Secara lebih lengkap tentang tahun baru 2017 anda dapat menyimak penanggalan jawa di bawah ini.
Dina PasaranMinggu Legi
WarsaJe
Wuku Kulawu
Windu, LambangSengara, Kulawu
Mongso Kapitu
ParingkelanPaningron
PadewanBatara Indra
PadangonKerangan
PancaudaSumur Sinaba
RakamMacan Ketawan
PaarasanAras Pepet

Perlu kita pahami pula bahwa pergantian tahun kali ini bertepatan dengan mongso kapitu atau musim ke-7 yang memiliki makna jika kondisi alam sedang tidak bersahabat, kondisi angin kencang serta hujan deras biasa terjadi pada musim ke tujuh ini.

Dalam mitologi jawa Batara Indra sebagai padewan mongso kapitu diceritakan membuat gara-gara semenjak kelahirannya yakni angin yang bertiup kencang, hujan dan petir menyambar-nyambar hingga air laut muntah hingga ke daratan.

Mengingat pergantian tahun kali ini bertepatan dengan malam minggu dalam artian akhir pekan sekaligus musim liburan sekolah bisa dipastikan bahwa perayaan yang akan dilakukan di beberapa daerah akan semakin meriah. Untuk itu bagi anda yang berencana mengadakan acara perayaan di malam tersebut harus tetap mengedepankan kewaspadaan agar tidak terjadi hal-hal di luar harapan. Sebisa mungkin hindari tempat-tempat berbahaya seperti pantai, bawah pohon besar dan gunung.

Belajar dari Bencana dan Peristiwa

Bencana alam dan beberapa peristiwa dalam negeri di akhir tahun ini perlu pula anda perhatikan mullai dari gempa aceh, terorisme, hingga tindak kejahatan yang terjadi di penghujung tahun 2016 ini ada baiknya perayaan tahun baru 2017 diadakan tanpa berfoya-foya, bahkan bisa pula anggaran untuk perayaan tersebut kita pergunakan untuk membantu korban bencana alam gempa bumi di aceh baru-baru ini.

Minggu, 18 Desember 2016

Cerita Horor Ditaksir Peri Penunggu Rumpun Bambu

Cerita horor – Pengalaman mistis yang dialami Suherman menjadi sebuah kisah menyeramkan sekaligus membuat penasan bagi siapa saja yang mendengarnya. Ya, Suherman yang berprofesi sebagai buruh bangunan sempat menjadi narasumber kelompok ronda malam kamis di kampung saya. Bukan lantaran ia memiliki ilmu dan wawasan luas melainkan Suherman dicerca banyak pertanyaan lantaran pengalamannya yang pernah ditaksir peri penunggu pohon bambu.

Menurut penuturannya Suherman mengalami kejadian mistis yang mungkin tidak pernah dialami oleh orang lain. Sewaktu bekerja di proyek sebuah bangunan gedung di daerah Jepara Suherman mengaku kerap didatangi sosok peri yakni makhluk halus sejenis kuntilanak di daerah tersebut. Lebih lanjut tentang cerita horor tersebut dapat kita simak bersama di bawah ini.
Cerita Horor Ditaksir Peri Penunggu Rumpun Bambu

Pengalaman Ditaksir Peri Penunggu Rumpung Bambu

Suherman merupakan seorang pemuda berusia kurang lebih 29 tahun yang menjadi buruh bangunan, ia kerap bepergian ke luar daerah untuk melakukan pekerjaannya tersebut salah satu proyek yang belum lama dikerjakannya ialah pembangunan sebuah gedung di daerah jepara.

Awal kedatangannya di proyek tersebut Suherman tidak memiliki firasat tertentu, rombongan buruh bangunan yang berjumlah 5 orang tersebut awalnya bekerja seperti biasa dan pulang ke kampung halaman setiap dua minggu sekali setelah mendapatkan upah dari pekerjaan.

Singkat cerita di bulan ke-2 Suherman memutuskan untuk tidak mudik ke kampung halaman karena harus mengumpulkan uang lebih banyak guna persiapan kelahiran istrinya. Tak heran untuk menghemat biaya transportasi menuju kampung halaman ia memilih tinggal dan tetap bekerja di proyek sendirian. Sementara itu keempat rekannya pulang untuk mengantarkan jatah nafkah buat anak dan istri mereka.

Di saat sendiri inilah Suherman merasa ada hal aneh, diawali dengan suara-suara menyeramkan hingga kejadian kompor yang menyala sendiri saat ia tengah tidur di barak yang terbuat dari triplek. Malam itu merupakan makam pertama Suherman tinggal sendiri di dalam proyek, melihat kompor menyala sendiri ia bergegas mematikan kemudian keluar dari barak untuk sekedar mencari angin sekaligus menghilangkan ketakutan nya atas kejadian tersebut.

Di samping barak memang terdapat sebuah rumpun bambu yang cukup rimbun, di bawah rumpun tersebut ia duduk-duduk di sebuah batu besar sambil sesekali memegang HP untuk mengabarkan pada istrinya jika dirinya tidak bisa pulang minggu ini.

Selang beberapa saat setelah itu Suherman merasa ada hembusan angin dan membawa aroma harus semerbak layaknya parfum seorang perempuan. Ia sempat heran kenapa di tempat sepi seperti itu ada wanita lewat padahal waktu telah menunjukkan pukul 22.00.

Tak mau berlanjut berfikir negatif Suherman kemudian beranjak dari tempat tersebut dan memutuskan untuk kembali masuk ke barak dan merebahkan tubuhnya yang lelah. Belum juga sempat ia meletakkan kepalanya di bantal tiba-tiba terdengar suara seorang wanita yang memanggilnya di balik pintu. “Mas Herman hihihih” suara tersebut terdengar malu-malu. Sontak Suherman yang baru merebahkan tubuh bergegas bangun dan membuka pintu sambil gemetaran. Sosok wanita terlihat malu-malu di depan pintu barak dan menutup sebagian wajahnya dengan rambut panjangnya.

Cerita horor ini benar-benar gak nyangka dialami oleh Suherman sendiri, terlebih ia melihat jika telapak kaki si perempuan tidak menyentuh tanah. Ia berusaha menutup pintu dan kembali ke ranjang namun seolah peri tersebut meyakinkan jika ia tidak punya niat buruk terhadap Suherman, ia hanya ingin berteman dan saling mengenal saja.
Singkatnya dari kejadian tersebut perit itu senantiasa menemani hari-hari Suherman di proyek, demikian pula dengan Herman jika di dalam barak rame dengan rekan-tekannya ia justru memilih keluar mencari tempat sepi agar bisa bertemu dengan makhluk halus tersebut.

Selama 4 bulan sudah dilalui Herman di proyek, kini bangunan tersebut sudah jadi dan rombongan buruh bangunan itu siap untuk pulang ke kampung halaman. Melepas kebersamaan tersebut herman menyempatkan untuk bertemu dengan sosok peri penunggu rumpun bambu untuk mengakhiri cinta keduanya sekaligus berpamitan untuk pulang ke rumah dan kembali pada istrinya.

Itulah cerita horor pengalaman Suherman yang banyak mengundang pernasaran setiap orang yang mendengarnya.

Senin, 12 Desember 2016

Angka Misterius Seputar Pemakzulan Presiden Korea Selatan: 1234567

Apakah ini hanya kebetulan, atau ada kekuatan misterius yang terlibat?

Dengan adanya pemakzulan lewat Majelis Nasional dimana hasilnya adalah 1 suara abstain, 234 suara mendukung, 56 suara menentang dan 7 suara dinyatakan tidak sah. Jika hasil pemungutan suara tersebut disusun maka akan menjadi 1234567, dan ini terjadi pada hari Jumat (09/12/2016), hasil yang luar biasa telah menimbulkan dugaan tentang adanya kekuatan yang lebih tinggi mungkin terlibat.




Plot mengental ketika persentase mereka yang mendukung gerakan impeachment setara dengan hasil jajak pendapat publik yang diselenggarakan sehari sebelum pemungutan suara dilaksanakan.

Dalam jajak pendapat Realmeter yang dilakukan pada hari Kamis (08/12/2016), sebanyak 78 persen responden mendukung impeaching terhadap Presiden Park Geun-hye.

Hal menyeramkan berubah ketika sebanya 234 orang dari 300 anggota parlemen mendukung gerakan impeachment yang hasilnya menyamai persentase dari jajak pendapat.

“Satu angka misterius mungkin hanya kebetulan saja, tapi bagaimana bila ada dua? Ini mungkin merupakan tanda dari alam semesta yang mengatakan bahwa Park harus mundur”, kata seorang netizen.

Sumber: Korea Times

Selasa, 06 Desember 2016

Misteri Menguap: Makin Lama Menguap Berarti Otak Kamu ....

Saat ngantuk atau penat, sangat lazim kalau seseorang makin banyak menguap. Tak mengherankan, jika menguap kerap dijadikan pertanda kemalasan seseorang. Penelitian terbaru yang dipimpin Andrew Gallup ternyata membalik anggapan tersebut.

Misteri Menguap: Makin Lama Menguap Berarti Otak Kamu ....


Peneliti dari New York State University, Amerika Serikat itu menyimpukan, lamanya seseorang menyuap menunjukkan bobot serta jumlah neuro yang ada di otak.

Gallup mengamati 205 video yang menampilkan adegan berbagai makhluk saat sedang menguap. Video berasal dari konten-konten open access di internet, termasuk dari youtube. Total ada 117 individu dari 24 spesies yang tampil dalam video-video tersebut.

Awalnya, penelitian ini dilakukan terhadap berbagai jenis hewan. Namun uniknya, perhitungan rata-rata waktu menguap ini ternyata juga bisa diaplikasikan pada manusia. Dalam pengamatannya, Gallup mencatat durasi mulut menganga saat makhluk-makhluk tersebut sedang menguap.

Jika memungkinkan, ia juga mengidentifikasi faktor lain misalnya apakah makhluk tersebut termasuk kategori dewasa atau masih muda.

Berturut-turut, spesies dengan durasi menguap paling lama berdasarkan penelitian tersebut adalah manusia, gajah afrika, simpanse, gorila. Namun begitu, penelitian ini masih belum bisa memecahkan misteri apa fungsi menguap yang sesungguhnya.

Menguap diketahui mampu membantu otak kita untuk melakukan sirkulasi lebih baik dan membuat suhunya menjadi lebih dingin. Tak hanya itu, menguap mampu meningkatkan proses mental pada otak. Yang menarik adalah, menguap juga bisa menular karena mempromosikan perhatian kolektif dan kewaspadaan secara bersama. Karena alasan inilah kita akan kerap ikut menguap begitu melihat orang lain juga menguap.
Sumber: http://www.arah.com/article/12908/misteri-menguap-makin-lama-menguap-berarti-otak-kamu