Senin, 22 Juni 2015

Kisah Nyata Pesugihan Ngipri

Hasil ronda malam ini sepertinya biasa saja, namun kisah nyata pesugihan ngipri yang diceritakan oleh Pak Kusuma membuat hatiku jadi sedikit risau hingga tidak dapat tidur sampai pagi. Pak Kusuma memang terkenal sebagai seseorang yang memiliki kemampuan supranatural di kampungku. Beliau kerap sekali dimintai tolong oleh masyarakat baik di kampungku maupun kampung lain terkait dengan gangguan jin maupun hantu, tak heran jika beliau banyak memiliki informasi dan cerita tentang kisah horor yang seram dan sangat menakutkan.
kisah-nyata-pesugihan-ngipri

Setelah pada ronda malam-malam sebelumnya beliau menceritakan tentang pesugihan dewi lanjar, kali ini Pak Kusuma bercerita tentang pesugihan ngipri. Ngipri merupakan sebutan bagi seseorang yang melakukan ritual pesugihan dan bersekutu dengan siluman, baik itu siluman berwujud monyet, ular, maupun yang lainnya. Cerita dari Pak Kusuma sengaja saya tuliskan dalam halaman ini sebagai gambaran dan catatan saja, sehingga nanti jika lagi pengen bisa tinggal menyimak saja.

Di sebuah dusun yang bernama Randu Alas dikabarkan ada pasangan suami istri yakni Sudrajat dan Wagini yang awalnya hidup sangat menderita. Mereka memiliki anak sejumlah 5 orang yang semuanya masih kecil-kecil, mungkin antara satu dan satunya hanya terpaut satu hingga dua tahun saja. Meskipun Sudrajat yang bekerja sebagai buruh tani telah menghabiskan waktunya di sawah namun sepertinya ia tetap tidak mampu memenuhi kebutuhan keluarga besarnya. Terlebih ketika anak-anaknya menginjak bangku sekolah. Dari sini kemudian muncul kisah nyata pesugihan ngipri yang dilakoni keduanya.

Setelah melakukan ritual dan perjanjian dengan siluman ular di goa pamuja tak jauh dari tempat tinggal keduanya secara mendadak kehidupan keluarganya semakin berkecukupan hingga mampu membeli berbagai macam barang mewah serta merenovasi rumahnya yang dulu hanya beratapkan jerami. namun perlu diketahui bahwa anak laki-laki pertama dari keduanya telah meninggal beberapa bulan yang lalu tanpa sebab yang jelas. Sontak warga sekitar mengaitkan kejadian tersebut dengan kehidupan Sudrajat dan Wagini saat ini. Tak banyak warga yang menduga bahwa anak mereka yang bernama Eka telah dijadikan tumbal dalam ritual pesugihan.

Dari sini kemudian ada seorang yang memiliki kemampuan supranatural di kampungnya menerawang keadaan rumah Sudrajat, dan benar saja dari hasil penerawangan yang dilakukannya didapati di dalam rumah ada jin berupa siluman ular yang tinggal di salah satu kamar pribadinya dan selalu tertutup. Di dalamnya juga terdapat berbagai macam sesaji sebagai sarana pemujaan semakin membuktikan kisah nyata pesugihan ngipri yang dilakukan oleh Sudrajat dan Wagini. 

Kisah Nyata Pesugihan Ngipri

Hasil ronda malam ini sepertinya biasa saja, namun kisah nyata pesugihan ngipri yang diceritakan oleh Pak Kusuma membuat hatiku jadi sedikit risau hingga tidak dapat tidur sampai pagi. Pak Kusuma memang terkenal sebagai seseorang yang memiliki kemampuan supranatural di kampungku. Beliau kerap sekali dimintai tolong oleh masyarakat baik di kampungku maupun kampung lain terkait dengan gangguan jin maupun hantu, tak heran jika beliau banyak memiliki informasi dan cerita tentang kisah horor yang seram dan sangat menakutkan.
kisah-nyata-pesugihan-ngipri

Setelah pada ronda malam-malam sebelumnya beliau menceritakan tentang pesugihan dewi lanjar, kali ini Pak Kusuma bercerita tentang pesugihan ngipri. Ngipri merupakan sebutan bagi seseorang yang melakukan ritual pesugihan dan bersekutu dengan siluman, baik itu siluman berwujud monyet, ular, maupun yang lainnya. Cerita dari Pak Kusuma sengaja saya tuliskan dalam halaman ini sebagai gambaran dan catatan saja, sehingga nanti jika lagi pengen bisa tinggal menyimak saja.

Di sebuah dusun yang bernama Randu Alas dikabarkan ada pasangan suami istri yakni Sudrajat dan Wagini yang awalnya hidup sangat menderita. Mereka memiliki anak sejumlah 5 orang yang semuanya masih kecil-kecil, mungkin antara satu dan satunya hanya terpaut satu hingga dua tahun saja. Meskipun Sudrajat yang bekerja sebagai buruh tani telah menghabiskan waktunya di sawah namun sepertinya ia tetap tidak mampu memenuhi kebutuhan keluarga besarnya. Terlebih ketika anak-anaknya menginjak bangku sekolah. Dari sini kemudian muncul kisah nyata pesugihan ngipri yang dilakoni keduanya.

Setelah melakukan ritual dan perjanjian dengan siluman ular di goa pamuja tak jauh dari tempat tinggal keduanya secara mendadak kehidupan keluarganya semakin berkecukupan hingga mampu membeli berbagai macam barang mewah serta merenovasi rumahnya yang dulu hanya beratapkan jerami. namun perlu diketahui bahwa anak laki-laki pertama dari keduanya telah meninggal beberapa bulan yang lalu tanpa sebab yang jelas. Sontak warga sekitar mengaitkan kejadian tersebut dengan kehidupan Sudrajat dan Wagini saat ini. Tak banyak warga yang menduga bahwa anak mereka yang bernama Eka telah dijadikan tumbal dalam ritual pesugihan.

Dari sini kemudian ada seorang yang memiliki kemampuan supranatural di kampungnya menerawang keadaan rumah Sudrajat, dan benar saja dari hasil penerawangan yang dilakukannya didapati di dalam rumah ada jin berupa siluman ular yang tinggal di salah satu kamar pribadinya dan selalu tertutup. Di dalamnya juga terdapat berbagai macam sesaji sebagai sarana pemujaan semakin membuktikan kisah nyata pesugihan ngipri yang dilakukan oleh Sudrajat dan Wagini. 

Pesugihan Gunung Kawi Dan Akibatnya

Pro dan kontra masyarakat sekitar dalam menanggapi pesugihan gunung kawi dan akibatnya. Ada yang membenarkan fenomena tersebut dan Ada pula yang tidak membenarkan adanya ritual sebagaimana yang banyak diungkapkan oleh para pelaku. Terlepas dari peristiwa dan ritual pesugihan yang terjadi memang gunung kawi sering kali disambangi orang baik dengan tujuan wisata, berziarah, maupun tujuan lainnya.
pesugihan-gunung-kawi-dan-akibatnya

Gunung yang terletak di desa Wonosari, Malang Jawa Timur ini memang sangat kontroversi. Di satu sisi terdapat masyarakat yang berpendapat bahwa tempat ini menjadi tempat ritual pesugihan yang nyata dan telah banyak dibuktikan para pelaku dengan berbagai cara, sesaji bahkan tumbal. Namun sebagian lagi menyatakan bahwa tidak benar apa yang disampaikan para penganut pesugihan gunung kawi karena semua itu tergantung dari niat seseorang mendatangi tempat tersebut. Jika orang tersebut datang dengan hati bersih, dan tujuan yang benar tentu saja ia akan selamat dari kemusyrikan, namun jika dalam hati seseorang yang datang telah kotor dan terdapat niat untuk mencari pesugihan maka ia akan tersesat dalam jalan yang gelap (musyrik).

pesugihan-gunung-kawi-dan-akibatnya
Sebagaimana yang telah kami sampaikan pada artikel berjudul pesugihan gunung kawi jawa timur, tempat ini merupakan tempat sakral bagi masyarakat sekitar. Keberadaan Eyang Jugo dan Eyang Sujo baik pada jasanya dimasa lalu maupun makam tokoh penyebar islam dimasa lalu tersebut.
Setiap perbuatan tentu akan menimbulkan efek sebagaimana hukum sebab akibat, demikian pula pesugihan gunung kawi dan akibatnya bagi para pelaku. Adapun beberapa akibat dari ritual dalam pesugihan yang banyak disampaikan oleh masyarakat sekitar adalah sebagai berikut:

  1. Lunturnya keimanan karena kemusyrikan.
  2. Moral dalam diri yang rusak karena berharap keberhasilan dengan jalan pintas.
  3. Harta kurang barakah serta anak keturunan yang jauh dari keimanan dan keberuntungan.

Anggota keluarga yang kurang harmonis dan sering terjadi perselisihan satu sama lainnya.
Empat akibat di atas hanya beberapa dari sekian banyak yang ditimbulkan dari ritual pesugihan gunung kawi jawa timur.

Semoga artikel berjudul pesugihan gunung kawi dan akibatnya di atas dapat menambah wawasan dan pengetahuan kita semua.

Pesugihan Gunung Kawi Dan Akibatnya

Pro dan kontra masyarakat sekitar dalam menanggapi pesugihan gunung kawi dan akibatnya. Ada yang membenarkan fenomena tersebut dan Ada pula yang tidak membenarkan adanya ritual sebagaimana yang banyak diungkapkan oleh para pelaku. Terlepas dari peristiwa dan ritual pesugihan yang terjadi memang gunung kawi sering kali disambangi orang baik dengan tujuan wisata, berziarah, maupun tujuan lainnya.
pesugihan-gunung-kawi-dan-akibatnya

Gunung yang terletak di desa Wonosari, Malang Jawa Timur ini memang sangat kontroversi. Di satu sisi terdapat masyarakat yang berpendapat bahwa tempat ini menjadi tempat ritual pesugihan yang nyata dan telah banyak dibuktikan para pelaku dengan berbagai cara, sesaji bahkan tumbal. Namun sebagian lagi menyatakan bahwa tidak benar apa yang disampaikan para penganut pesugihan gunung kawi karena semua itu tergantung dari niat seseorang mendatangi tempat tersebut. Jika orang tersebut datang dengan hati bersih, dan tujuan yang benar tentu saja ia akan selamat dari kemusyrikan, namun jika dalam hati seseorang yang datang telah kotor dan terdapat niat untuk mencari pesugihan maka ia akan tersesat dalam jalan yang gelap (musyrik).

pesugihan-gunung-kawi-dan-akibatnya
Sebagaimana yang telah kami sampaikan pada artikel berjudul pesugihan gunung kawi jawa timur, tempat ini merupakan tempat sakral bagi masyarakat sekitar. Keberadaan Eyang Jugo dan Eyang Sujo baik pada jasanya dimasa lalu maupun makam tokoh penyebar islam dimasa lalu tersebut.
Setiap perbuatan tentu akan menimbulkan efek sebagaimana hukum sebab akibat, demikian pula pesugihan gunung kawi dan akibatnya bagi para pelaku. Adapun beberapa akibat dari ritual dalam pesugihan yang banyak disampaikan oleh masyarakat sekitar adalah sebagai berikut:

  1. Lunturnya keimanan karena kemusyrikan.
  2. Moral dalam diri yang rusak karena berharap keberhasilan dengan jalan pintas.
  3. Harta kurang barakah serta anak keturunan yang jauh dari keimanan dan keberuntungan.

Anggota keluarga yang kurang harmonis dan sering terjadi perselisihan satu sama lainnya.
Empat akibat di atas hanya beberapa dari sekian banyak yang ditimbulkan dari ritual pesugihan gunung kawi jawa timur.

Semoga artikel berjudul pesugihan gunung kawi dan akibatnya di atas dapat menambah wawasan dan pengetahuan kita semua.

Minggu, 21 Juni 2015

Kisah Penganut Pesugihan Gunung Kawi

Ada putih pasti ada hitam, begitulah kiranya untuk menggambarkan jalan hidup ini. Kisah penganut pesugihan gunung kawi ini merupakan pengalama yang pernah dialami oleh Rosidin (Bukan nama sebenarnya) yang pernah terjerumus ke jalan sesat. Lantas bagaimana cerita dan tanggapan beliau tentang gunung kawi jawat timur tersebut? Jangan kemana-mana tetap pantengin terus cerita di bawah ini.

Sebagaimana yang telah kita sampaikan pada pesugihan gunung kawi jawa timur, disana telah kita gambarkan bagaimana orang-orang berdatangan di tempat wingit tersebut. Ya, pada hari-hari tertentu bahkan gunung kawi sangat ramai dikunjungi para wisatawan dan peziarah. Lantas tujuannya untuk apa? Tentu jawabannya sepeti kalimat awal pada artikel ini, ada putih pasti ada hitam. Dari sekian banyak para peziarah yang datang ke gunung kawi memang berniat untuk berziarah ke makam eyang Sujo dan eyang Jugo yang dimakamkan pada lereng gunung kawi khususnya untuk bermunajat pada Sang Pencipta. Namun demikian ada kiranya orang-orang yang sengaja datang di tempat ini untuk mencari pesugihan. Sebagaimana kisah penganut pesugihan gunung kawi yang dituturkan oleh Rosidin di bawah ini.
kisah-penganut-pesugihan-gunung-kawi

Kejadian ini terjadi sudah cukup lama, kira-kira pada tahun 1999 yang lalu setelah usaha saya bangkrut akibat krisis moneter yang melanda. Sebagaimana yang kita ketahui bersama pada waktu itu banyak orang stres akibat krismon. Begitu pula dengan saya, usaha saya mengalami kebangkrutan akibat nilai tukar rupiah yang anjlok drastis waktu itu dan saya sebagai pengusaha ekspor-impor tentu mengalami kerugian yang sangat besar sampai-sampai semua kekayaan saya seperti rumah, mobil, tanah, dan lain sebagainya ludes saya jual untuk melunasi hutang dan menutup kerugian.
Tak sampai disini saja, kehidupan keluarga saya tentu juga sangat berubah, yang dulunya bahagia dan harmonis serta hidup mewah berkecukupan tiba-tiba bangkrut dan harus kehilangan segalanya. Dari sini saya memutuskan untuk memulangkan istri saya pada orang tuanya tentu bersama anak-anak kami sementara karena malu saya beralasan akan mencari kerja sedapatnya agar ada alasan meinggalkan mereka. Singkat cerita saya mendatangi teman-teman saya satu persatu yang akrab dengan saya, berharap dapat memberikan solusi dari masalah hidup yang saya alami. Setelah beberapa hari akhirnya ada orang yang memang belum saya kenal sebelumnya mengaku menjadi penganut pesugihan gunung kawi. Dari sinilah saya mulai tertarik dengan jalan ini yang mungkin akan memberikan solusi bagi kehidupan saya ini.

Entah bagaimana dulu awalnya yang jelas saya melakukan berbagai ritual pesugihan sesuai dengan apa yang diberitahukan oleh teman yang baru saya kenal tersebut. Mulai dari membakar kemenyan, masuk ke area makam, hingga tidur di bawah pohon dewa ndraru. Singkat cerita kejadian ajaib pun terjadi tak lama setelah saya melakukan ritual tersebut, sekitar awal tahun 2000 ada tawaran dari teman saya untuk menjalankan usahanya dalam ekspor-impor. Saya yang telah berbekal pengalaman puluhan tahun tentu tidak menyia-nyiakan kesempatan ini. Waktu terus berjalan dan belum genap 2 tahun usaha tersebut saya geluti akhirnya keuntungan besar datang. Waktu itu saya berkeyakinan bahwa yang mendatangkan rejeki dan mempermudah usaha saya adalah penunggu dari makam gunung kawi, karena itu pula tak lupa tiap-tiap malam jumat legi saya sengaja datang ke sana untuk sekedar mengucapkan syukur.

Namun keinginan tidak selalu sesuai dengan harapan, entah kenapa sifat saya terlihat semakin angkuh dan maruk. Itu sangat saya rasakan, terlebih saya juga berusaha menendang teman saya dari perusahaan yang awalnya ia modali tersebut. Perbuatan sesat seakan menjadi hal wajar yang saya lakukan hampir tiap hari. Tak hanya sampai disitu, kehidupan keluarga saya yang perlahan kembali mengalami kejayaan seakan juga berubah seiring kesuksesan saya. Ternyata istri saya ada main dengan laki-laki lain yang tak lain adalah teman lama saya sendiri. Anak pertama saya sebut saja Roni ia sampai digelandang polisi karena suatu kasus. Dari sini saya sebagai kisah penganut pesugihan gunung kawi menyarankan bagi para pembaca semua agar tidak salah dalam meniatkan diri datang ke tempat gunung kawi. Karena salah sedikit saja kita akan terjerumus ke jalan yang sesat terlebih banyak penunggu berupa jin dan syetan yang dengan sengaja ingin menjerumuskan kita ke lembah dosa. 

Kisah Penganut Pesugihan Gunung Kawi

Ada putih pasti ada hitam, begitulah kiranya untuk menggambarkan jalan hidup ini. Kisah penganut pesugihan gunung kawi ini merupakan pengalama yang pernah dialami oleh Rosidin (Bukan nama sebenarnya) yang pernah terjerumus ke jalan sesat. Lantas bagaimana cerita dan tanggapan beliau tentang gunung kawi jawat timur tersebut? Jangan kemana-mana tetap pantengin terus cerita di bawah ini.

Sebagaimana yang telah kita sampaikan pada pesugihan gunung kawi jawa timur, disana telah kita gambarkan bagaimana orang-orang berdatangan di tempat wingit tersebut. Ya, pada hari-hari tertentu bahkan gunung kawi sangat ramai dikunjungi para wisatawan dan peziarah. Lantas tujuannya untuk apa? Tentu jawabannya sepeti kalimat awal pada artikel ini, ada putih pasti ada hitam. Dari sekian banyak para peziarah yang datang ke gunung kawi memang berniat untuk berziarah ke makam eyang Sujo dan eyang Jugo yang dimakamkan pada lereng gunung kawi khususnya untuk bermunajat pada Sang Pencipta. Namun demikian ada kiranya orang-orang yang sengaja datang di tempat ini untuk mencari pesugihan. Sebagaimana kisah penganut pesugihan gunung kawi yang dituturkan oleh Rosidin di bawah ini.
kisah-penganut-pesugihan-gunung-kawi

Kejadian ini terjadi sudah cukup lama, kira-kira pada tahun 1999 yang lalu setelah usaha saya bangkrut akibat krisis moneter yang melanda. Sebagaimana yang kita ketahui bersama pada waktu itu banyak orang stres akibat krismon. Begitu pula dengan saya, usaha saya mengalami kebangkrutan akibat nilai tukar rupiah yang anjlok drastis waktu itu dan saya sebagai pengusaha ekspor-impor tentu mengalami kerugian yang sangat besar sampai-sampai semua kekayaan saya seperti rumah, mobil, tanah, dan lain sebagainya ludes saya jual untuk melunasi hutang dan menutup kerugian.
Tak sampai disini saja, kehidupan keluarga saya tentu juga sangat berubah, yang dulunya bahagia dan harmonis serta hidup mewah berkecukupan tiba-tiba bangkrut dan harus kehilangan segalanya. Dari sini saya memutuskan untuk memulangkan istri saya pada orang tuanya tentu bersama anak-anak kami sementara karena malu saya beralasan akan mencari kerja sedapatnya agar ada alasan meinggalkan mereka. Singkat cerita saya mendatangi teman-teman saya satu persatu yang akrab dengan saya, berharap dapat memberikan solusi dari masalah hidup yang saya alami. Setelah beberapa hari akhirnya ada orang yang memang belum saya kenal sebelumnya mengaku menjadi penganut pesugihan gunung kawi. Dari sinilah saya mulai tertarik dengan jalan ini yang mungkin akan memberikan solusi bagi kehidupan saya ini.

Entah bagaimana dulu awalnya yang jelas saya melakukan berbagai ritual pesugihan sesuai dengan apa yang diberitahukan oleh teman yang baru saya kenal tersebut. Mulai dari membakar kemenyan, masuk ke area makam, hingga tidur di bawah pohon dewa ndraru. Singkat cerita kejadian ajaib pun terjadi tak lama setelah saya melakukan ritual tersebut, sekitar awal tahun 2000 ada tawaran dari teman saya untuk menjalankan usahanya dalam ekspor-impor. Saya yang telah berbekal pengalaman puluhan tahun tentu tidak menyia-nyiakan kesempatan ini. Waktu terus berjalan dan belum genap 2 tahun usaha tersebut saya geluti akhirnya keuntungan besar datang. Waktu itu saya berkeyakinan bahwa yang mendatangkan rejeki dan mempermudah usaha saya adalah penunggu dari makam gunung kawi, karena itu pula tak lupa tiap-tiap malam jumat legi saya sengaja datang ke sana untuk sekedar mengucapkan syukur.

Namun keinginan tidak selalu sesuai dengan harapan, entah kenapa sifat saya terlihat semakin angkuh dan maruk. Itu sangat saya rasakan, terlebih saya juga berusaha menendang teman saya dari perusahaan yang awalnya ia modali tersebut. Perbuatan sesat seakan menjadi hal wajar yang saya lakukan hampir tiap hari. Tak hanya sampai disitu, kehidupan keluarga saya yang perlahan kembali mengalami kejayaan seakan juga berubah seiring kesuksesan saya. Ternyata istri saya ada main dengan laki-laki lain yang tak lain adalah teman lama saya sendiri. Anak pertama saya sebut saja Roni ia sampai digelandang polisi karena suatu kasus. Dari sini saya sebagai kisah penganut pesugihan gunung kawi menyarankan bagi para pembaca semua agar tidak salah dalam meniatkan diri datang ke tempat gunung kawi. Karena salah sedikit saja kita akan terjerumus ke jalan yang sesat terlebih banyak penunggu berupa jin dan syetan yang dengan sengaja ingin menjerumuskan kita ke lembah dosa. 

Pesugihan Dewi Lanjar

Berbeda dengan pesugihan nyi roro kidul, cerita misteri pesugihan Dewi Lanjar merupakan kisah yang dipercayai oleh masyarakat di pesisir utara pulau jawa. Konon tak kalah banyak orang-orang yang melakukan pemujaan di sepanjang pantai utara jawa ini baik pulang membawa keberhasilan maupun pulang dengan memperoleh kebuntungan. Sama halnya dengan cerita pesugihan yang lain, Dewi Lanjar juga dikenal sebagai salah satu sosok gaib yang mampu memberikan keinginan dan permintaan seseorang yang melakukan pemujaan kepada dirinya. Seperti apa sosok gaib yang banyak ditakuti masyarakat pesisir utara jawa tersebut silahkan simak di bawah ini.

Cerita Asal Usul Dewi Lanjar

asa-usul-pesugihan-dewi-lanjar
Ilustrasi Penampakan Dewi Lanjar | Foto: gallerymustikabertuah(dot)com
Tak banyak memang yang mengetahui legenda dari cerita Dewi Lanjar bermula dari cerita rakyat yang mengisahkan seorang wanita bernama Dewi Rara Kuning. Masyarakat pekalongan juga mempercayai bahwa Rara Kuning menjadi tidak berlapa lama setelah pernikahannya, hal ini disebabkan karena suami dari Rara Kuning meninggal dunia. Dari sinilah kemudian Rara Kuning dijuluki sebagai Dewi Lanjar yang memiliki arti seorang wanita janda belia.

Tidak seperti apa yang ia harapkan, ternyata kehidupan Rara Kuning sangat menderita terlebih karena statusnya sebagai seorang janda. Tak berapa lama dari kejadian tersebut Dewi Lanjar kemudian memilih pergi dari kampunya untuk menghilangkan kedukaannya.

Perjalanan Rara Kuning sampai di ujung kali opak, ditempat ini ia bertemu dengan Panembahan Senopati yang terkenal sebagai Raja dari Kerajaan Mataram yang pada waktu itu sedang melakukan semedi di tengah sungai opak. Herannya, Raja Mataram tersebut bersemedi di atas permukaan air sungai sehingga terlihat mengambang/ mengapung.

Atas dasar wejangan dari Panembahan Senopati akhirnya Rara Kuning diperintahkan untuk bersemedi di pinggir pantai selatan sampai ditemui oleh Kanjeng Ratu Kidul. Tanpa berfikir panjang Rara Kuning yang sedang kalut langsung pergi menuju pantai selatan untuk melaksanakan semedinya sebagaimana yang ditunjukkan oleh Raja Mataram hingga akhirnya ia dapat bertemu dengan Kanjeng Ratu Kidul. Hal ini nantinya akan menjadikan sebuah cerita tentang pesugihan Dewi Lanjar yang banyak dipercaya oleh masyarakat Jawa Tengah dan Jawa Barat.

Dari pertemuannya dengan Ratu Kidul Dewi Lanjar diangkat sebagai pengikutnya sekaligus diberikan tugas untuk menggoda seseorang yang bernama Raden bahu yang pada waktu itu sedang melakukan pembukaan hutan sebagai tempat mendirikan sebuah kerajaan. Singkat cerita Dewi Lanjar bersama ribuan pasukan Kanjeng Ratu Kidul tidak berhasil dalam mengganggu niat dari Raden Bahu tersebut. Karena kejadian ini pula Dewil Lanjar merasa malu dan tidak berani kembali menghadap kepada Kanjeng Ratu Kidul di pantai selatan. Lantas karena hal itu pula Dewi Lanjar diperintahkan untuk mendirikan kerajaan gaib di pantai utara jawa oleh Kanjeng Ratu Kidul.

Secara perlahan masyarakat sekitar mempercayai bahwa Dewi lanjar merupakan ratu penguasa laut utara pulau jawa. Sama halnya Nyi Roro Kidul dan Nyi Blorong, Dewi lanjar juga merupakan sosok gaib berpenampilan layaknya seorang wanita yang sangat cantik dan mempesona bagi siapa saja yang melihatnya.

Dalam cerita rakyat berbagai daerah seperti pekalongan jawa tengah Dewi Lanjar juga digambarkan sebagai makhluk gaib yang menjadi Ratu di Pantai Utara Jawa. Bahkan dalam beberapa dekade kepercayaan masyarakat tentang keberadaan Dewi Lanjar menjadi dogma tersendiri dengan beranggapan jika terjadi kecelakaan (orang terseret ombak) di pantai utara khususnya utara pekalongan masyarakat beranggapan bahwa kejadian tersebut merupakan kehendak Dewi Lanjar yang menjadikan korban sebagai pengikutnya.

Pesugihan Dewi Lanjar

pesugihan-dewi-lanjar
Ilustrasi Pesugihan Dewi Lanjar | Foto: sergapntt.mlblogs(dot)com
Cerita pesugihan Dewi Lanjar juga kerap mewarnai kepercayaan masyarakat jawa, hal ini tentu tidak serta merta muncul tanpa adanya kisah dan cerita dari mulut ke mulut. Dipercaya bahwa sesiapa yang bersemedi dan meditasi di pantai utara jawa hingga bertemu dengan Dewi Lanjar maka ia akan mendapatkan apa yang ia inginkan dan biasanya berupa kekayaan. Karena ini pula kemudian muncul dogma pada masyarakat tentang pesugihan dewi lanjar.

Dalam ritual pesugihan tersebut diyakini seseorang melakukan perjanjian dengan Dewi Lanjar berupa tumbal nyawa baik dari anggota keluarga maupun dirinya sendiri. Konon Dewi Lanjar akan memberikan sekutunya pinjaman berupa uang sebagaimana yang telah mereka sepakati. Di lain sisi setelah perjanjian tersebut konon seseorang yang melakukan ritual pesugihan akan mengalami nasip tragis. Biasanya rumahnya akan disatroni 2 pengikut Dewi Lanjar yang berpakaian adat jawa dengan berkendara kereta kuda. Setelah kejadian tersebut pada pagi harinya ditemukan salah satu orang dari anggota rumah tangga tersebut telah meninggal dunia tanpa sebab yang jelas. Masyarakat sekitar Pekalongan juga mempercayai bahwa kematian tersebut merupakan tumbal dari pesugihan Dewi Lanjar.

Kerajaan Gaib Pantai Utara

kerajaan-gaib-pesugihan-dewi-lanjar
Bagi orang-orang yang memiliki kemampuan gaib atau supranatural banyak yang menuturkan bahwa kerajaan gaib pantai utara jawa yang dipimpin oleh Dewi Lanjar berpusat di Pantai Slamaran, Pekalongan. Konon pintu masuk dari keraton pantai utara berada di pantai tersebut. Tak heran jika ada oknum tertentu yang datang ke Pantai Slamaran untuk melakukan sebuah ritual khusus baik dengan tujuan mencari pesugihan Dewi Lanjar maupun dengan tujuan lain.

Sebagaimana kerajaan atau keraton yang dimiliki oleh Nyi Roro Kidul, kerajaan gaib di pantai utara jawa ini juga terlihat sangat megah dan mewah bagi orang-orang yang memiliki penerawangan gaib. Tembok-tembok tebal dan tinggi berhias kan pernik dan permadani mencolok berwarna keemasan menjadi tanda kebesaran kekuasaan Dewi Lanjar.

Tak kurang dari sepuluh ribu prajurit gaib konon mengelilingi dan bersiaga di depan ruang utama untuk berjaga layaknya prajurit pada kerajaan-kerajaan jawa di masa lalu. Prajurit tersebut juga dilengkapi dengan berbagai persenjataan mulai dari tombak serta tameng layaknya pasukan perang pada masa lalu.

Konon di dalam keraton tersebut terdapat empat sumber air sungai yang bermuara, di tempat tersebut terdapat jembatan yang menghubungkan antara bangunan utama dengan bangunan yang berada pada sebelah nya. Anehnya terdapat beberapa orang yang mengaku mampu memasuki tempat tersebut berpendapat bahwa jembatan yang menghubungkan antara bangunan utama dan bangunan sebelah nya yang terpisahkan oleh muara empat aliran sungai tersebut merupakan jembatan yang terbuat dari manusia. Ya manusia yang semasa hidupnya telah memuja dan bersekutu guna mendapatkan pesugihan Dewi Lanjar. Begitu miris nya cerita tersebut dipaparkan karena hakekat kesesatan yang dilakukan oleh para pelaku pesugihan.