Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan

Senin, 16 Januari 2017

Kurma Ajwa, Penangkal Racun dan Sihir

Kurma ajwa adalah kurma yang ditanam Rasulullah di Madinah.
Dari sekian banyak ilmu pengobatan yang disabdakan Nabi (thibbun nabawi), ini merupakan salah satu rahasia yang paling menarik; buah penangkal racun dan sihir. 
Kurma AJwa


Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
مَنِ اصْطَبَحَ كُلَّ يَوْمٍ تَمَرَاتٍ عَجْوَةً ، لَمْ يَضُرُّهُ سَمٌّ وَلاَ سِحْرٌ ذَلِكَ الْيَوْمَ إِلَى اللَّيْلِ

“Barangsiapa makan beberapa kurma ajwa di setiap pagi hari, maka racun dan sihir tidak akan mendatangkan mudharat kepadanya pada hari itu hingga malam” (HR. Bukhari)

Ya, buah tersebut tidak lain adalah kurma ajwa. Namun tidak otomatis ketika ia dimakan, atas izin Allah ia menjadi penangkal racun dan sihir melainkan ada ketentuan waktu dan jumlahnya. Waktu memakannya adalah pagi hari. Lalu berapa jumlahnya? Pada hadits tersebut disebutkan beberapa. Artinya lebih dari satu. Berapa tepatnya? Hadits yang lain menjelaskan: 

مَنِ اصْطَبَحَ بِسَبْعِ تَمَرَاتٍ عَجْوَةٍ لَمْ يَضُرَّهُ ذَلِكَ الْيَوْمَ سَمٌّ وَلاَ سِحْرٌ

“Barangsiapa pagi hari makan tujuh kurma ajwa, maka racun dan sihir tidak akan mendatangkan mudharat baginya pada hari itu” (HR. Bukhari) Ternyata jumlah kurma ajwa yang dimakan di pagi hari sehingga dapat menghindarkan dari racun dan sihir itu adalah tujuh buah.

Lalu, apa itu kurma ajwa? Ibnu Hajar Al Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa yang dimaksud kurma ajwa adalah kurma yang ditanam Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam di Madinah. Ia merupakan kurma yang paling lembut di Madinah. Yang juga menjadi batasan dalam kedua hadits tersebut, manfaat kurma ajwa sebagai penangkal disebutkan bahwa waktunya adalah pagi hingga malam. Tidak bersifat mutlak bahwa begitu makan kurma ajwa selalu kebal dari racun dan sihir, melainkan hanya ditangkal mulai pagi itu hingga malam harinya. Wallahu a’lam bish shawab.

Sumber: viva.co.id

Rabu, 28 September 2016

Misteri Prasasti Berisi Kutukan Milik Indonesia yang Dibawa Inggris

Selain dijajah Portugis, Belanda, Prancis, dan Jepang, Indonesia juga pernah dijajah Inggris. Ada anggapan bangsa yang dijajah Inggris akan bernasib baik. Benarkah?

Sejarawan asal Inggris, Peter Carey menolak anggapan tersebut. Selama lima tahun menjajah Indonesia, Inggris banyak membawa kerugian.


“Banyak yang katakan mungkin jika Indonesia dijajah oleh Inggris akan lebih baik, mereka banyak berkaca pada Malaysia dan Singapura. Tapi semua itu bohong,” ujarnya dalam seminar “Objects, Museums, Histories Between the Netherlands and Indonesia: the Case of Diponegoro,” di Museum Nasional, Jakarta, Rabu (18/5).

Menurut Peter Carey, ketika menginjakan kaki di Jawa, Inggris membuat kekacauan. Terlebih mereka adalah pencuri aset Indonesia nomor wahid. Dia menyoroti dua benda cagar budaya penting milik Indonesia yang masih berada di museum luar negeri. Prasasti Pucangan yang dikenal Calcutta Stone berada di Museum India dan Prasasti Sangguran atau dikenal dengan Minto Stone.

Prasasti Pucangan berasal dari tahun 1041 M. Prasasti ini memuat sejarah awal pemerintahan Raja Airlangga, pendiri Kerajaan Kahuripan. Prasasti ini ditemukan pada masa Sir Stamford Raffles menjadi gubernur saat pemerintahan kolonial Inggris di Batavia. Dia mengirimkannya kepada Gubernur Jendral Lord Minto di Kalkuta, India.

Sementara itu, Prasasti Sangguran yang berasal dari tahun 982 M ditemukan di daerah Malang. Prasasti ini dianggap penting karena menyebut raja Medang yang berpusat di Jawa Tengah, sebagai penguasa Malang. Kolonel Colin Mackenzie menghadiahkan prasasti ini kepada Raffles, yang oleh Raffles kemudian diserahkan kepada Lord Minto pada 1813.

“Lord Minto berharap prasasti ini suatu saat akan bercerita kisah dari timur tentang kita,” tutur Peter Carey.

Selama puluhan tahun, Prasasti Sangguran disimpan oleh pewaris keluarga Lord Minto di Skotlandia. Sudah berbagai cara dilakukan demi membawa pulang prasasti itu. Proses negosiasi dilakukan pemerintah Indonesia sejak 2004. Namun, hingga kini prasasti itu belum juga berhasil dibawa pulang ke Indonesia. Sudah lebih dari 200 tahun prasasti itu masih berdiri di halaman belakang rumah keluarga Lord Minto dalam keadaan tertutup lumut dan lapuk.

Padahal, kata Peter Carey, prasasti itu mengandung kutukan yang mengerikan. Prasasti yang bersisi penetapan Desa Sangguran sebagai sima atau tanah perdikan itu dilarang untuk dipindahkan dari tempatnya semula. Jika itu dilakukan kutukan akan menghujani pelaku.

Nyatanya, mereka yang terlibat dalam pemindahan prasasti itu pun ketiban sial. Lord Minto sendiri, setelah menerima batu itu, dicopot dari jabatannya sebagai gubernur jenderal tanpa alasan jelas. Dia pulang ke Inggris dalam keadaan sakit dan meninggal dalam perjalanan menuju Skotlandia.

Hal serupa terjadi pada Raffles. Dia ditarik pulang ke Inggris. Pada 1818 kembali ke India dan kembali dipulangkan pada 1823. Setelahnya dia pun meninggal pada 1826.

Ranggalawe, Bupati Malang juga mengalami nasib tak lebih baik. Makam bupati ini tak pernah diketahui. Padahal dia telah memerintah sejak tahun 1770-1820. Seolah ingatan lokal atas sang bupati telah dihapus.

Sementara pengembalian dua prasasti itu masih belum mencapai kejelasan, benda yang disimpan oleh keluarga keturunan Gubernur Jenderal Hindia Belanda, Jean Chretien Baud telah berhasil dibawa pulang.

Setelah 180 tahun menyimpan pusaka milik Pangeran Diponegoro, pada Februari lalu tongkat pusaka milik sang pangeran dikembalikan. Kini benda itu disimpan di Museum Nasional Jakarta. Sumber: ForumViva

Jumat, 19 Agustus 2016

Misteri Hilangnya Bom Atom Ketiga Amerika di Jepang

Pada 8 Mei 1945, Jerman menyerah. Sementara itu, pada 26 Juli, Amerika Serikat, Inggris dan China mengeluarkan “Deklarasi Potsdam” ke Jepang untuk menyerah tanpa syarat, “alternatif lain adalah kehancuran.” Namun Jepang mengabaikan ultimatum tersebut.



Demi memaksa Jepang menyerah, pada 6 dan 9 Agustus 1945, Amerika Serikat menjatuhkan bom atom masing-masing di Hiroshima dan Nagasaki. Namun, setelah kedua bom atom itu dijatuhkan, ternyata ada sumber yang mengetahui bahwa Amerika sebenarnya menjatuhkan tiga bom atom ke Jepang, dua bom atom ditargetkan di Nagasaki, sementara satu bom atom lagi tidak meledak, hingga akhirnya hilang misterius.

Selama setengah abad lalu, dua negara adidaya nuklir AS dan Uni Soviet, selalu berusaha keras untuk menghindari masalah ini, namun, seiring dengan berjalannya waktu, rahasia penelitian bom atom Amerika Serikat perlahan-lahan telah diketahui dunia, tidak ada material yang paling otoritatif daripada organisasi yang mengembangkan dan memproduksi bom atom Amerika, demikian memoar letnan Jenderal Leslie Groves, pensiunan US Army.


​
Rencana semula membom tiga target

Pada 24 Juli 1945, dalam proposalnya kepada Kepala Angkatan Darat George C. Marshall, Groves mengusulkan penggunaan bom atom terhadap Jepang di empat lokasi masing-masing Hiroshima, Nagasaki, Kokura dan Niigata. Hingga pada akhir Juli 1945, tiga dari empat target bom atom pun ditetapkan, dalam catatan memoarnya, Groves menulis, “Hiroshima adalah target pertama, target kedua Kokura, dan Nagasaki adalah target ketiga.” Terkait pemboman ini, Amerika Serikat telah menyiapkan sejak awal tiga bom atom.

Grup Komposit ke-509 dari Angkatan Udara AS menyiapkan 7 unit pesawat untuk menjatuhkan tiga bom atom.

Menurut beberapa catatan sejarah, pada 9 Agustus 1945 pulul 03:49 dini hari waktu setempat, dua pesawat B-29 dan pesawat pengintai lepas landas dari pangkalan udara Tinian, Amerika Serikat, bertolak ke lokasi pengeboman. Ketika tiba di atas langit Kokura, Jepang, cuaca tampak mendung dan berkabut, sama sekali tidak bisa melihat target dengan mata telanjang. Akhirnya pesawat hanya terbang bolak-balik sekitar 45 menit di atas langit Kokura, hingga akhirnya memutuskan meninggalkan pemboman terhadap Kokura, lalu menuju ke target pemboman kedua, Nagasaki.

Setibanya di Nagasaki, tampak awan tebal juga menyelimuti segenap angkasa kota itu, namun, kali ini pesawat tidak mungkin kembali sambil membawa bom nuklir. Lalu memutuskan sementara membom menggunakan radar, dan ketika pesawat bersiap menjatuhkan bom, awan tebal di angkasa tiba-tiba berpencar, tak lama kemudian langit menjadi cerah, dan mereka akhirnya menjatuhkan dua bom nuklir. Setelah pemboman itu, U.S. Census Bureau Strategic memperkirakan puluhan ribu orang tewas dan lebih dari 60.000 orang luka-luka.


​
Bom atom telah dijatuhkan, namun banyak yang tidak tahu bagaimana situasi selanjutnya setelah bom atom itu dijatuhkan. Dari kedua bom atom ini hanya satu yang meledak.

Karena bom atom yang meledak ini menyimpang sekitar 2000 meter dari targetnya semula, sehingga tingkat kerusakan atau korban jiwa relatif lebih ringan dibandingkan dengan korban di Hiroshima. Sementara satu bom lain yang gagal meledak, masih utuh, tidak rusak. Setelah mendapat laporan itu, markas besar pasukan Jepang segera mengirim tim untuk mengawasi secara ketat bom yang gagal meledak itu.

Boleh dikata Jepang mendapat berkah dari balik musibah itu, karena mendapatkan sebuah bom atom, apabila memungkinkan, Jepang bisa saja menciptakan bom atom sendiri. Namun, kegagalan/ kekalahan bangsa Jepang telah dipastikan, lagi pula akselerator atom itu telah rusak dihantam bom pesawat Amerika. Jadi tidak mungkin lagi bisa membuat bom atom. Belakangan, atas pertimbangan dari sisi kepentingan nasional, Jepang lalu memutuskan menyerahkan bom atom itu kepada Uni Soviet.

Terbetik berita bahwa ketika Jepang menyerahkan bom atom yang tidak meledak itu ke Uni Soviet, pihak Uni Soviet juga telah membuat komitmen tertentu kepada Jepang. Karena Uni Soviet telah mendapatkan informasi penting dalam proses percobaan bom atom Amerika dari ilmuwan Inggris yang terlibat dalam percobaan terkait kala itu, lalu mendapatkan lagi barang pusaka berupa bom atom yang tidak meledak itu dari Jepang, dan dengan kecerdasan bangsa Soviet, maka dalam waktu relatif singkat, Uni Soviet berhasil meledakkan bom atom pertamanya pada 29 Agustus 1949.

Mendengar berita itu, Presiden AS Truman kala itu pun terperangah, dan selalu menggumam, “Benarkah informasi ini? Benarkah?”

Karena ia tahu betapa sulitnya untuk berhasil membuat bom atom, sejak akhir tahun 1938, peneliti Jerman bernama Hans dan Strushman membombardir uranium dengan neutron lambat, dan setelah terjadi pembelahan/ fisi, ilmuwan Amerika Serikat, Inggris, Perancis dan para ilmuwan Jerman yang melarikan diri ke Amerika Serikat. Dimana setelah berupaya keras selama tujuh tahun, mereka baru berhasil membuat bom atom pertama, dan dalam hal ini, Amerika Serikat mengerahkan 500 ribu orang, menghabiskan dana sekitar US$ 2,3 milyar, mengingat biaya yang sangat besar ini jelas sulit diterima terhadap Uni Soviet yang baru pulih dalam perang.

Sehubungan dengan ini, Jenderal Groves pernah memperkirakan, bahwa setidaknya perlu 20 tahun bagi Uni Soviet untuk berhasil membuat bom atom. Sejarah itu sangat kejam, keuntungan dan kerugian selalu berubah. Konftrontasi nuklir antara AS dan Uni Soviet kala itu, membuat Jepang memiliki ruang yang luas untuk berkembang, karena sebagai negara yang kalah perang, Jepang dilarang mengembangkan kekuatan militernya.

Namun, justru hal ini membuat Jepang bisa menghemat puluhan miliar pengeluaran militer, yang dialihkan untuk pembangunan ekonomi nasional, sehingga dalam waktu relatif singkat membuat Jepang menjadi negara adidaya ekonomi dunia. Sementara Uni Soviet, dimana karena pengeluaran biaya militer yang sangat besar, sehingga merontokkan ekonominya, hingga akhirnya Uni Soviet pun tercerai berai.




​
Sampai hari ini, Amerika baru tahu, mengapa jumlah korban tewas dalam pemboman atom di Nagasaki ketika itu sangat jauh berbeda dengan perkiraan mereka sebelumnya, dan mengapa Uni Soviet bisa begitu cepat membuat bom atom dan bersaing dengan mereka.


Sumber: Erabaru.net

Senin, 15 Agustus 2016

Misteri Pedang Terhebat di Jepang, Honjo Masamune

Katana atau pedang samurai yang terkenal di seluruh dunia akan menjadi suatu kesempurnaan dari perancang pedang itu sendiri. Katana merupakan simbol dari samurai dan Jepang secara keseluruhan. Untuk Negara Jepang, Pedang atau katana telah menjadi harta Nasional sejak tahun 1989.

Hal ini telah menjadi budaya kaum shogun dan diturunkan dari satu shogun kepada shogun yang lain pada Periode Edo (Shogun adalah istilah bahasa Jepang yang berarti jenderal). Selama restorasi Meiji pada akhir abad ke-19 (yang berusaha untuk membawa Jepang ke dalam dunia modern) banyak samurai yang pergi memberontak ketika pemerintah berusaha untuk menjauhkan mereka dari hak untuk memakai katana sebagai simbol mereka.


Misteri Pedang Terhebat di Jepang, Honjo Masamune


Bahkan setelah kehilangan hak untuk memakai pedang, samurai tetap dihormati sebagai leluhur bangsa Jepang. Namun, pada akhir Perang Dunia Kedua penjajah Amerika menuntut agar semua penduduk Jepang menyerah dari segala bentuk persenjataan, termasuk pedang leluhur mereka. Terdapat satu pedang yang hilang yaitu "Honjo Masamune", yang dikenal sebagai Pedang Legendaris.

Nama pedang legandaris tersebut berasal dari orang yang membuatnya: Goro Masamune (1264-1343 M). Masamune pernah diakui sebagai pembuat pedang yang terbesar dalam sejarah Jepang. Pedangnya dikenal karena keindahan dan kualitas yang tak tertandingi. Kualitas Pedang Honjo Masamune sangat luar biasa, meskipun pada saat itu pedang yang dibuat menggunakan baja, masih terdapat banyak ketidak sempurnaan.

Berdasarkan legenda yang ada, pedang Goro Masamune dikisahkan telah bersaing dengan muridnya sesama pembuat pedang, Sengo Murasama. Murasama menantang Masamune untuk membuat pedang, yang kemudian di uji dengan menggantungkanya pada ranting kecil di sungai dengan bagian yang tajam menghadap ke arus sungai.

Misteri Pedang Terhebat di Jepang, Honjo Masamune


Hasil dari ujian tersebut memberikan julukan "Juuchi Yosamu" atau "Sepuluh Ribu Malam yang dingin" kepada Murasama dan julukan "Yawarakai-Te" atau "Tangan Lembut" kepada Masamune. Pedang Murasama dapat memotong apapun yang melewatinya. Ikan, dedauan, bahkan udara yang menghembus kearahnya dapat terpotong oleh Pedang Murasama. Sedangkan Pedang Masamune, tak sanggup memotong apapun yang melewatinya. Tak ada daun yang teriris, ikan-ikan bahkan berenang disekitarnya. Udara mendesis lembut saat melewati pedang Masamune itu. Karena hal itu, Murasama merasa berbangga diri dan merasa kemenangan ada di tanganya.

Pada saat pertandingan itu berlangsung, seorang biarawan yang ikut menonton pertandingan tersebut menjelaskan bahwa pedang Murasama adalah pedang yang sangat bagus yang dapat memotong apapun. Sedangkan pedang Masamune adalah adalah pedang yang lebih bagus, karena tidak akan melukai yang tidak bersalah. Pedang Murasama menungjukan sifat jahat dan haus akan darah. Dengan begitu, hal ini menyebabkan tradisi pedang Murasama harus merasakan darah sebelum bertarung, bahkan sampai harus menyakiti pemiliknya sendiri untuk memuaskan rasa haus darahnya itu.

Banyak sekali legenda atau cerita dari pedang legendaris "Honjo Masamune" ini, salah satunya adalah yang diatas. Di lain kesempatan akan dibahas lagi berdasarkan legenda atau cerita yang berbeda.Semoga bermanfaat. Sumber Viva.co.id

Jumat, 05 Agustus 2016

Goa Ini Bisa Mengantarkanmu Menuju Mekah

Goa Ini Bisa Mengantarkanmu Menuju Mekah

Masyarakat Indonesia sangat kental dengan kepercayaan dan mitos. Beragam mitos bisa kita temukan di berbagai daerah, dari Sabang sampai Merauke. Meski zaman terus maju, tapi ada beberapa kepercayaan yang tak luntur dan masih di percaya. Salah satunya kepercayaan bahwa ada gua yang bisa menembus Mekah.

Gua ini bernama Tujuh (Guha Tujoh). Hampir semua orang pernah mendengar mengenai Gua Tujuh itu. Gua ini terletak di Jl. Banda Aceh – Medan KM 100, Desa Laweung, Kecamatan Muara Tiga, Kabupaten Pidie, Aceh. Terdapat tujuh pintu utama untuk memasuki gua yang dianggap sebagai peninggalan sejarah oleh masyarakat daerah Laweung ini. Ke Tujuh pintu tersebut mempunyai sisi yang berbeda-beda.


Gua ini dikelilingi dengan gunung yang tak berhutan alias pegunungan bebatuan. Memasuki kawasan Gua Tujuh tentu harus berhati-hati. Namun, panorama pengunungan bebatuan di selah-selah bukit tinggi begitu menawan. Berbatasan dengan daerah laweung dekat Selatan, siapapun yang menuju ke daerah tesebut bisa melepaskan pandangan ke pesisir pantai laut selatan. Tentu memiliki keindahan tersendiri jika berada di puncak gua tersebut.


Gua eksotis ini penuh dengan misteri. Kabarnya di dalam gua tersebut terdapat sebuah batu besar yang bergantung tanpa ada penahan, yang artinya anti gravitasi. Pembuktian dari ketidakmungkinan itulah yang menimbulkan keinginan kuat untuk dapat menyaksikan sendiri dari fenomena tersebut.


Satu kepercayaan yang paling fenomenal adalah salah satu pintu dari ke tujuh pintu utama ini bisa menembus Mekah! Belum pernah ada yang mencatat jarak masing-masing terowongan tersebut. Goa tujuh ini memiliki pintu masuk yang berdiameter 0,6 m dan lebar 15 m. Namun, hingga kini kabar ini tidak dapat dibuktikan kebenarannya. Yang pasti, gua itu sebenarnya bernama Gua Aulia Tujuh karena merupakan tempat bersemayam 7 orang Aulia yang dikeramatkan.

Sebagai sebuah gua yang dikeramatkan dan sering dijadikan sebagai tempat pertapaan, pada suatu tingkatan tertentu orang yang melakukan tapa tersebut dapat berpindah tempat ke Mekah dengan cara yang tidak dapat dijelaskan kekuatan pikir manusia. Kondisi itulah yang selanjutnya menjadi rumor bahwa gua tersebut mempunyai jalan masuk ke Mekah. Lepas dari mitos yang menjadi bumbu, keindahan gua pun begitu eksotis dan menawan. Patut untuk kamu kunjungi kala berkunjung ke Aceh. Sumber: http://forum.viva.co.id/

Minggu, 22 Mei 2016

Ditemukan Makam Kuno 1.700 Tahun di China

Sebuah pemakaman kuno berumur sekitar 1.700 tahun telah ditemukan di sepanjang bagian dari Jalan Sutra, serangkaian rute perdagangan kuno yang pernah terhubung China ke Kekaisaran Romawi. Kuburan itu ditemukan di kota Kucha, yang terletak di masa kini laut Cina. Sepuluh makam yang digali, tujuh di antaranya ternyata struktur bata besar.





makam tesebut berisi ukiran beberapa makhluk mitos, termasuk empat yang mewakili musim yang berbeda dan bagian dari langit, Macan Putih Barat, Vermilion Bird of the Selatan, Black Turtle Utara dan Azure yang Pemakaman pertama kali ditemukan pada bulan Juli 2007 dan digali oleh Xinjiang Institut Peninggalan Budaya dan Arkeologi, dengan bantuan dari pemerintah setempat.

Tim peneliti, yang dipimpin oleh Zhiyong Yu, direktur Xinjiang Institut Arkeologi, menerbitkan temuan dalam bahasa Cina dalam jurnal Wenwu. Artikel baru-baru ini diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dan diterbitkan dalam jurnal Peninggalan Budaya Cina.

Siapa yang dimakamkan di sini?

Identitas orang dimakamkan di pemakaman adalah sebuah misteri. Pemakaman telah dirampok di masa lalu dan tidak ada tulisan yang ditemukan yang menunjukkan nama-nama mereka yang dikubur atau posisi mereka dalam kehidupan.

Tujuh kuburan batu bata besar yang kemungkinan dibangun untuk orang-orang dari golongan kaya, kata para peneliti.

Tapi, ketika sisa-sisa kerangka dianalisis, para peneliti menemukan bahwa makam telah kembali beberapa kali. Beberapa makam berisi lebih dari 10 penghuni, dan “diulang beberapa penguburan menjamin studi lebih lanjut,” tulis para peneliti.

Untuk dinasti yang berkembang di China sekitar 1.700 tahun yang lalu “penaklukan dan efektif pemerintahan Kucha akan memungkinkan mereka untuk mengontrol semua oasis kota bagian di Frontiers Barat,” kata para peneliti.

Peninggalan Budaya Cina adalah jurnal baru yang menerjemahkan artikel berbahasa Cina, awalnya diterbitkan dalam jurnal Wenwu, ke dalam bahasa Inggris. Penemuan kuburan 1.700-tahun itu termasuk dalam edisi perdananya. [Sumber: infodapz.blogspot.com]

Minggu, 15 Mei 2016

Heboh! Ternyata Kapal Titanic Pernah Angkut Barang dari Indonesia

Heboh! Ternyata Kapal Titanic Pernah Angkut Barang dari Indonesia


Louise Mamet menemukan blok Tjipetir di Dunes de Sainte Marguerite di Landeda, Prancis.
Selama 100 tahun terakhir, benda persegi bertuliskan ‘Tjipetir’ bertebaran di pantai-pantai Inggris dan Eropa bagian utara. Seorang warga Inggris mengaku baru memecahkan misteri dari mana benda itu berasal. Demikian dikutip dari BBC.

Pada musim panas 2012 lalu, Tracey Williams sedang berjalan di pantai dekat rumahnya di Cornwall, Inggris, ketika dia melihat benda persegi bertuliskan ‘Tjipetir’. Ketika disentuh, benda tersebut terasa kenyal seperti karet.

Williams kembali menemukan benda serupa di bagian pantai lain beberapa pekan kemudian.

Didorong rasa penasaran, dia pun membuat sebuah riset. Tulisan ‘Tjipetir’ ternyata berasal dari sebuah daerah dekat Sukabumi, Indonesia. Di sana, saat Belanda masih menjajah Indonesia, terdapat sebuah perkebunan karet yang menghasilkan blok-blok persegi.

Pada abad ke-19 dan pertengahan abad ke-20, blok-blok itu digunakan sebagai insulasi kabel telegraf yang melintang di dasar laut.

Temuan itu kemudian diunggah Williams di laman Facebook. Lambat laun banyak orang datang berkunjung ke laman itu dan melaporkan bahwa mereka menemukan blok Tjipetir.

Orang-orang itu tidak hanya tinggal di Inggris, tapi juga Spanyol, Prancis, Belanda, Jerman, Norwegia, Swedia, dan Denmark.

Titanic

Asal blok ‘Tjipetir’ dan mengapa benda itu tersebar di Tropa memunculkan misteri.

“Sebuah surat kabar Prancis meliput kisah ini dan melaporkan bahwa Titanic membawa benda ini. Saya memeriksa manifes kapal Titanic dan menemukan bahwa memang kapal itu membawa benda karet. Spekulasi pun berkembang setelah berita ini tersiar,” kata Williams.

Namun, pada musim panas 2013, Williams menemukan sebuah terobosan.

Baca: Misteri Terbongkar! Bangsawan Korban Titanic Selamat karena Menyuap

Dia dihubungi secara terpisah oleh dua orang, yang tidak ingin diungkap identitasnya. Keduanya merujuk sebuah kapal sebagai sumber blok Tjipetir, yaitu Miyazaki Maru.

Kapal asal Jepang itu ditenggelamkan kapal selam Jerman, U-88, yang dikomandani Kapten Walther Schwieger, pada 31 Mei 1917.

Akibatnya, Miyazaki Maru karam 241 kilometer sebelah barat Kepulauan Scilly, antara Inggris dan Prancis.

Fakta itu diamini Alison Kentuck, seorang pejabat Inggris yang menangani kapal karam di perairan Inggris. Menurutnya, blok-blok itu berasal dari Miyazaki Maru.

Williams, yang kini menulis buku mengenai blok Tjipetir, mengatakan sebagian besar blok dalam kondisi baik. Bahkan, ada nelayan yang memakainya untuk talenan.(*/Tribunnews.com)

Baca Juga: Misteri Dibalik Tenggelamnya Kapal Titanic Satu Abad Lalu