Minggu, 22 Mei 2016

Ditemukan Makam Kuno 1.700 Tahun di China

Sebuah pemakaman kuno berumur sekitar 1.700 tahun telah ditemukan di sepanjang bagian dari Jalan Sutra, serangkaian rute perdagangan kuno yang pernah terhubung China ke Kekaisaran Romawi. Kuburan itu ditemukan di kota Kucha, yang terletak di masa kini laut Cina. Sepuluh makam yang digali, tujuh di antaranya ternyata struktur bata besar.





makam tesebut berisi ukiran beberapa makhluk mitos, termasuk empat yang mewakili musim yang berbeda dan bagian dari langit, Macan Putih Barat, Vermilion Bird of the Selatan, Black Turtle Utara dan Azure yang Pemakaman pertama kali ditemukan pada bulan Juli 2007 dan digali oleh Xinjiang Institut Peninggalan Budaya dan Arkeologi, dengan bantuan dari pemerintah setempat.

Tim peneliti, yang dipimpin oleh Zhiyong Yu, direktur Xinjiang Institut Arkeologi, menerbitkan temuan dalam bahasa Cina dalam jurnal Wenwu. Artikel baru-baru ini diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dan diterbitkan dalam jurnal Peninggalan Budaya Cina.

Siapa yang dimakamkan di sini?

Identitas orang dimakamkan di pemakaman adalah sebuah misteri. Pemakaman telah dirampok di masa lalu dan tidak ada tulisan yang ditemukan yang menunjukkan nama-nama mereka yang dikubur atau posisi mereka dalam kehidupan.

Tujuh kuburan batu bata besar yang kemungkinan dibangun untuk orang-orang dari golongan kaya, kata para peneliti.

Tapi, ketika sisa-sisa kerangka dianalisis, para peneliti menemukan bahwa makam telah kembali beberapa kali. Beberapa makam berisi lebih dari 10 penghuni, dan “diulang beberapa penguburan menjamin studi lebih lanjut,” tulis para peneliti.

Untuk dinasti yang berkembang di China sekitar 1.700 tahun yang lalu “penaklukan dan efektif pemerintahan Kucha akan memungkinkan mereka untuk mengontrol semua oasis kota bagian di Frontiers Barat,” kata para peneliti.

Peninggalan Budaya Cina adalah jurnal baru yang menerjemahkan artikel berbahasa Cina, awalnya diterbitkan dalam jurnal Wenwu, ke dalam bahasa Inggris. Penemuan kuburan 1.700-tahun itu termasuk dalam edisi perdananya. [Sumber: infodapz.blogspot.com]

Misteri Pulau Atlantis yang Melegenda

Atlantis merupakan pulau misterius yang sangat populer dan hingga kini masih sering dibicarakan. Meski kerap dilakukan pencarian ilmiah, hingga saat ini Atlantis tidak diketahui di mana keberadaannya.

Nama Atlantis pertamakali diungkapkan oleh Plato lewat buku karangannya, Timaeus dan Critias. Dalam bukunya tersebut, Plato menceritakan tentang pulau megah nan makmur yang memiliki armada laut kuat.



Plato mengungkapkan, pada tahun 9500 SM, armada laut Atlantis mampu menaklukkan Eropa Barat. Sayangnya, Atlantis yang memiliki peradaban tinggi hancur dalam satu malam saja karena gempa dan tenggelam ke dasar samudera.

Sejak cerita itu muncul, legenda Atlantis hingga kini masih terus dibicarakan. Penelitian pun terus dilakukan oleh para ahli dari seluruh dunia untuk mencari kebenaran terhadap keberadaan pulau misterius ini.

Dari berbagai penelitian arkeologi dan ilmiah, sejumlah wilayah diklaim kemungkinan merupakan bekas keberadaan pulau Atlantis. Namun semuanya masih baru dugaan karena belum ada yang memiliki bukti kuat.

Beberapa daerah saat ini yang dipercaya merupakan lokasi keberadaan Atlantis adalah, Al-Andalus, Kreta dan Santorini, Turki, Siprus, Timur Tengah, Malta, Sardinia, Troya, Antartika, Australia, Kepulauan Azores dan Karibia.

Ada juga beberapa penelitian yang mengklaim keberadaan Atlantasi adalah di Bolivia, Laut Hitam, Inggris, Irlandia, Kepulauan Canary, Indonesia, Kuba, Meksiko, Laut Utara, Denmark, Finlandia dan Swedia.

Meski demikian, hingga kini, keberadaan Atlantis masih diselimuti misteri. [Sumber: Neomisteri.com]
 Kisah Misterius Pulau Hantu Poveglia di Italia Utara

Kisah Misterius Pulau Hantu Poveglia di Italia Utara

Poveglia merupakan sebuah pulau kecil yang terletak antara Venesia dan Lido di Laguna Venesia, Italia utara. Sebuah kanal kecil membagi pulau itu menjadi dua bagian. Sejarah mencatat pulau ini pertama kali dihuni pada tahun 421 ketika kaum Padua dan Este melarikan diri ke pulau ini untuk menghindari invasi barbar.

Namun baru pada abad kesembilan, pulau ini mulai memiliki penghuni tetap. Peperangan beberapa kali terjadi di pulau ini menyusul upaya kaum Barbar yang coba mengejar kaum Padua dan Este yang melarikan diri. Dalam beberapa kesempatan, kaum Padua dan Este mampu memenangi peperangan tersebut. Pada tahun 1379, Venice yang membawahi pulau Poveglia diserang armada Genoan dan membuat para penghuni pulau tersebut diungsikan ke Giudecca. Sementara pemertintah Venice memanfaatkan pulau yang sudah kosong ini sebagai pertahanan dengan membangun benteng Octagon.

Saat perang berakhir, di tahun 1661 para penduduk asli Poveglia ditawarkan untuk kembali ke pulau tersebut sekaligus membangun ulang pulau itu. Namun mereka menolaknya dan membuat pulau itu tetap tidak berpenghuni. Pada tahun 1777, Poveglia yang di bawah kewenangan Dinas Kesehatan manfaatkannya sebagai lokasi transit barang dan masyarakat yang hendak datang ke dan pergi dari Venesia menggunakan kapal. Pada 1793, ada kasus wabah penyakit di dua kapal yang membuat Poveglia difungsikan sebagai tempat karantina.

Fungsi ini dipermanenkan pada tahun 1805 di bawah pemerintahan Napoleon Bonaparte. Hal ini berlangsung hingga memasuki abad 20. Tetapi pada tahun 1922, bangunan yang ada di pulau ini diubah menjadi rumah sakit untuk perawatan sakit mental. Fungsi pulau Poveglia sebagai tempat bagi perawatan sakit mental berlangsung hingga 1968 dan kemudian ditutup. Selanjutnya pulau ini kosong tanpa penghuni. Pulau ini juga ditutup untuk para wisatawan dan penduduk lokal di sekitar Povegila.



Pulau Poveglia

Kisah menyeramkan mewarnai pulau ini. Fungsinya pada dahulu kala sebagai tempat peperangan dan karantina wabah penyakit menular membuat Poveglia dikabarkan jadi lokasi tewasnya 160 ribu jiwa. Kenyataan ini membuat Poveglia dipercaya menjadi tempat puluhan ribu ‘arwah penasaran’ menampakkan diri. Tidak sedikit warga yang mengalami pengalaman supranatural kala berkunjung ke sana.

Kisah menyeramkan lainnya terkait penggunaan pulau ini sebagai tempat penyembuhan pasien penyakit mental. Dari desas-desus warga sekitar, saat itu ada sejumlah dokter ‘psikopat’ yang kerap menyiksa dan membantai para pasien. Sang dokter penjagal pun dikabarkan tewas melompat dari menara. Hantu sang dokte dikabarkan kerap menampakkan diri kala malam hari.

Poveglia pun kini dikenal sebagai salah satu pulau angker yang ada di dunia. Bahkan Pulau ini masuk dalam sejumlah acara supranatural populer seperti Ghost Adventurers dan Scariest Place on Earth. Poveglia juga masuk dalam acara reality show ‘Death in Venice: Demon Doctor’. [Sumber: Neomisteri]

Minggu, 15 Mei 2016

Heboh! Ternyata Kapal Titanic Pernah Angkut Barang dari Indonesia

Heboh! Ternyata Kapal Titanic Pernah Angkut Barang dari Indonesia


Louise Mamet menemukan blok Tjipetir di Dunes de Sainte Marguerite di Landeda, Prancis.
Selama 100 tahun terakhir, benda persegi bertuliskan ‘Tjipetir’ bertebaran di pantai-pantai Inggris dan Eropa bagian utara. Seorang warga Inggris mengaku baru memecahkan misteri dari mana benda itu berasal. Demikian dikutip dari BBC.

Pada musim panas 2012 lalu, Tracey Williams sedang berjalan di pantai dekat rumahnya di Cornwall, Inggris, ketika dia melihat benda persegi bertuliskan ‘Tjipetir’. Ketika disentuh, benda tersebut terasa kenyal seperti karet.

Williams kembali menemukan benda serupa di bagian pantai lain beberapa pekan kemudian.

Didorong rasa penasaran, dia pun membuat sebuah riset. Tulisan ‘Tjipetir’ ternyata berasal dari sebuah daerah dekat Sukabumi, Indonesia. Di sana, saat Belanda masih menjajah Indonesia, terdapat sebuah perkebunan karet yang menghasilkan blok-blok persegi.

Pada abad ke-19 dan pertengahan abad ke-20, blok-blok itu digunakan sebagai insulasi kabel telegraf yang melintang di dasar laut.

Temuan itu kemudian diunggah Williams di laman Facebook. Lambat laun banyak orang datang berkunjung ke laman itu dan melaporkan bahwa mereka menemukan blok Tjipetir.

Orang-orang itu tidak hanya tinggal di Inggris, tapi juga Spanyol, Prancis, Belanda, Jerman, Norwegia, Swedia, dan Denmark.

Titanic

Asal blok ‘Tjipetir’ dan mengapa benda itu tersebar di Tropa memunculkan misteri.

“Sebuah surat kabar Prancis meliput kisah ini dan melaporkan bahwa Titanic membawa benda ini. Saya memeriksa manifes kapal Titanic dan menemukan bahwa memang kapal itu membawa benda karet. Spekulasi pun berkembang setelah berita ini tersiar,” kata Williams.

Namun, pada musim panas 2013, Williams menemukan sebuah terobosan.

Baca: Misteri Terbongkar! Bangsawan Korban Titanic Selamat karena Menyuap

Dia dihubungi secara terpisah oleh dua orang, yang tidak ingin diungkap identitasnya. Keduanya merujuk sebuah kapal sebagai sumber blok Tjipetir, yaitu Miyazaki Maru.

Kapal asal Jepang itu ditenggelamkan kapal selam Jerman, U-88, yang dikomandani Kapten Walther Schwieger, pada 31 Mei 1917.

Akibatnya, Miyazaki Maru karam 241 kilometer sebelah barat Kepulauan Scilly, antara Inggris dan Prancis.

Fakta itu diamini Alison Kentuck, seorang pejabat Inggris yang menangani kapal karam di perairan Inggris. Menurutnya, blok-blok itu berasal dari Miyazaki Maru.

Williams, yang kini menulis buku mengenai blok Tjipetir, mengatakan sebagian besar blok dalam kondisi baik. Bahkan, ada nelayan yang memakainya untuk talenan.(*/Tribunnews.com)

Baca Juga: Misteri Dibalik Tenggelamnya Kapal Titanic Satu Abad Lalu

Sabtu, 14 Mei 2016

Kaget Rumahnya Retak, Pria Ini Temukan Gua Peninggalan Masa Lampau, Mengejutkan Isinya Ternyata..

 
Gua yang bercabang tersebut ditemukan pemilik rumah, Anwar Darmawan (61) ketika lantai rumahnya terlihat retak. Saat itulah ditemukan lubang besar yang ternyata sebuah gua.

Anwar mengatakan, awal mula penemuan terowongan di rumahnya, ia tidak memiliki firasat apa-apa, bahwa ternyata di bawah rumahnya terdapat gua. Sebelumnya, kata Anwar, memang banyak orang tua pada zaman dulu cerita, jika di daerah tersebut terdapat rumah yang kerap didatangi Soekarno ketika datang ke Samarinda.

Selain itu, ada pula sejarah perjuangan masa Jepang ketika menjajah Indonesia. Hal tersebut yang membuat dia dan warga sekitar yakin tempat itu (teroeongan atau gua) yang dibangun tentara Jepang pada masa itu, namun karena sudah lama dan tertutup tanah sehingga tidak terlihat.

"Saya dari lahir di sini, hanya mendengar cerita masa lalu, tetapi tidak mengetahui kalau ternyata di bawah rumah kami ini gua itu dibuat. Jadi ketika melihat ke sejarah bisa dimungkinkan di sini dibangun gua oleh Jepang. Bangunan, struktur dan desain gua ini, tidak mungkin dibuat orang sekarang karena bentuk kerapian dan sebagainya. Tetapi mungkin yang bisa menjelaskan ini para ahli dalam bidangnya," ungkapnya.

Anwar menjelaskan, saat melihat keretakan membuat dirinya berinisiatif mengetahui ada apa dengan bangunan rumah yang sudah puluhan tahun tersebut. Kemudian dia mencoba membongkar bagian kamar yang retak tersebut. Rupanya sebuah gua dengan ukuran besar dan memiliki cabang yang membuat rumahnya retak.

Baca:


"Saya langsung kabarkan ke teman saya yang kebetulan di RT 06, dan mencoba masuk bersama-sama dan teryata jelas sekali. Tetapi kami tidak berani lebih jauh menelusuri goa karena keamanan memasuki gua kurang. Saya persilahkan jika Pemkot Samarinda menjadikan ini wadah bersejarah atau wisata. Yang penting jelas soal penggantian rumah dan tanah kami yang dilewati untuk masuk ke dalam gua itu," ujarnya.

"Kalau saya selaku RT 02, mempersilakan saja kalau memang mau ditelusuri situs sejarah yang benar dan mendukung ketika ingin dijadikan wadah bersejarah ataupun wisata sejarah. Dan memang Pemkot harus perhatikan hal tersebut ketika faktanya benar. Jangan sampai kita lupakan sejarah kita. Dan jangan lupa pula kepada pemilik tanah dan bangunan harus jelas, penggantiannya nanti," tambah Adi, Ketua RT 02, kemarin.

Andri Satiawan 14 May, 2016
-
Source: http://news.viatekno.com/2016/05/kaget-rumahnya-retak-pria-ini-temukan.html

Jumat, 13 Mei 2016

Study Tour ke Borobudur Berakhir Kesurupan Massal

Kesurupan massal dialami oleh pelajar SMA N 20 Tangerang setelah melaksanakan study tour ke Candi Borobudur. Lebih dari sepuluh pelajar yang tengah mengikuti kegiatan study tour mengalami kesurupan massal sewaktu berada di Hotel daerah Yogyakarta.

Peristiwa tersebut bermula ketika lampu di kamar hotel mati dan terdengar jeritan dari salah satu siswi yang berada di dalamnya. Hebohnya jeritan tersebut diikuti puluhan siswa lain dan berlanjut mengalami kesurupan massal.
stucy-tour-ke-borobudur-berakhir-kesurupan

Menurut informasi yang beredar kejadian misterius tersebut terjadi akibat dari salah satu anggota rombongan menabrak makhluk gaib penunggu candi Borobudur pada siang harinya. Pihak sekolah dan pengelola hotel meminta bantuan pada pakar spiritual untuk mengatasi kesurupan massal tersebut.

Penunggu Gaib Candi Borobudur

Usut punya usut peristiwa misterius tersebut terjadi akibat adanya salah satu siswa tanpa sengaja menabrak makhluk gaib di kawasan Candi Borobudur. Hal ini dituturkan oleh seorang ahli spiritual yang belakangan dikenal dengan nama Ki Semar Brodonoyo.

Menurut informasi yang kami himpun Ki Semar melakukan komunikasi dengan makhluk gaib penyebab peristiwa kesurupan massal yang dialami oleh siswa SMA N 20 Tangerang tersebut. Dari sana diketahui rupanya ada salah satu siswa anggota study tour tanpa sengaja menabrak makhluk gaib yang berada di kawasan Candi Borobudur. (Baca Juga: Misteri Kematian 45 Kambing di Gunungkidul Benarkah Ulah Jenglot?).

Menindaklanjuti informasi tersebut salah seorang siswa kemudian diminta untuk kembali datang ke kompleks Candi Borobudur pada waktu itu juga. Sekitar pulul 1 dini hari siswa tersebut mendatangi Candi Borobudur dengan kawalan beberapa keamanan termasuk Ki Semar Brodonoyo.

Kabar yang beredar sebelumnya dikatakan siswa tersebut menggeser salah satu batu yang berada di Konpleks Candi Borobudur, namun gosip ini dibantah oleh Ki Semar yang menyatakan bahwa siswa yang dimaksud tidak malakukan penggeseran batu melainkan hanya menabrak salah satu penunggu gaib yang berada si kawasan Candi Borobudur, itupun terjadi tanpa kesengajaan.

Setelah melakukan beberapa prosesi di Candi Borobudur akhirnya peristiwa kesurupan massal tersebut selesai teratasi dan rombongan pelajar asal tangerang tersebut dapat melanjutkan perjalanan study tour. Demikian infomasi mengenai Study Tour ke Borobudur Berakhir Kesurupan Massal yang tejadi pada awal bulan Mei 2016 ini.

Study Tour ke Borobudur Berakhir Kesurupan Massal

Kesurupan massal dialami oleh pelajar SMA N 20 Tangerang setelah melaksanakan study tour ke Candi Borobudur. Lebih dari sepuluh pelajar yang tengah mengikuti kegiatan study tour mengalami kesurupan massal sewaktu berada di Hotel daerah Yogyakarta.

Peristiwa tersebut bermula ketika lampu di kamar hotel mati dan terdengar jeritan dari salah satu siswi yang berada di dalamnya. Hebohnya jeritan tersebut diikuti puluhan siswa lain dan berlanjut mengalami kesurupan massal.
stucy-tour-ke-borobudur-berakhir-kesurupan

Menurut informasi yang beredar kejadian misterius tersebut terjadi akibat dari salah satu anggota rombongan menabrak makhluk gaib penunggu candi Borobudur pada siang harinya. Pihak sekolah dan pengelola hotel meminta bantuan pada pakar spiritual untuk mengatasi kesurupan massal tersebut.

Penunggu Gaib Candi Borobudur

Usut punya usut peristiwa misterius tersebut terjadi akibat adanya salah satu siswa tanpa sengaja menabrak makhluk gaib di kawasan Candi Borobudur. Hal ini dituturkan oleh seorang ahli spiritual yang belakangan dikenal dengan nama Ki Semar Brodonoyo.

Menurut informasi yang kami himpun Ki Semar melakukan komunikasi dengan makhluk gaib penyebab peristiwa kesurupan massal yang dialami oleh siswa SMA N 20 Tangerang tersebut. Dari sana diketahui rupanya ada salah satu siswa anggota study tour tanpa sengaja menabrak makhluk gaib yang berada di kawasan Candi Borobudur. (Baca Juga: Misteri Kematian 45 Kambing di Gunungkidul Benarkah Ulah Jenglot?).

Menindaklanjuti informasi tersebut salah seorang siswa kemudian diminta untuk kembali datang ke kompleks Candi Borobudur pada waktu itu juga. Sekitar pulul 1 dini hari siswa tersebut mendatangi Candi Borobudur dengan kawalan beberapa keamanan termasuk Ki Semar Brodonoyo.

Kabar yang beredar sebelumnya dikatakan siswa tersebut menggeser salah satu batu yang berada di Konpleks Candi Borobudur, namun gosip ini dibantah oleh Ki Semar yang menyatakan bahwa siswa yang dimaksud tidak malakukan penggeseran batu melainkan hanya menabrak salah satu penunggu gaib yang berada si kawasan Candi Borobudur, itupun terjadi tanpa kesengajaan.

Setelah melakukan beberapa prosesi di Candi Borobudur akhirnya peristiwa kesurupan massal tersebut selesai teratasi dan rombongan pelajar asal tangerang tersebut dapat melanjutkan perjalanan study tour. Demikian infomasi mengenai Study Tour ke Borobudur Berakhir Kesurupan Massal yang tejadi pada awal bulan Mei 2016 ini.