Jumat, 24 Juli 2015

Pesugihan Ngujang Tulungagung

Siluman kera atau monyet erat dikaitkan dengan pesugihan Ngujang Tulungagung. Tidak banyak yang mengetahui bagaimana sejarah dan asal usul dari kisah cerita tersebut, namun yang pasti masyarakat Indonesia khususnya di wilayah Jawa Timur masih banyak yang mempercayai bahwa desa Ngujang yang bersebelahan dengan sungai brantas kerap dijadikan sebagai tempat mencari pesugihan di jawa timur.
ilustrasi-gambar-pesugihan-ngujang-tulungagung

Dilain sisi desa Ngujang juga terkenal sebagai tempat lokalisasi, meskipun tidak seluruh wilayah desa tersebut dijadikan tempat lokalisasi namun ada titik-titik yang seolah menggambarkan keberadaan praktek lokalisasi di tempat ini marak terjadi.
Baca Juga: Misteri Arcopodo Gunung Semeru
Tak jauh dari tempat lokalisasi tersebut terdapat dua buah pemakaman umum yang saling berdekatan dengan pemisah jalan. Makam sebelah kiri dijadikan sebagai tempat pemakaman umum penduduk setempat, sementara area makam sebelah kanan merupakan area pemakaman pecinan atau orang-orang keturunan Tionghua yang tinggal di wilayah tersebut. Perlu kita ketahui bersama bahwa di wilayah ini terdapat sekelompok monyet atau kera yang hidup dan bermukim di sekitar pemakaman.
Dari tempat inilah pesugihan Ngujang Tulungagung kerap dikisahkan mulai dari legenda asal usul pemakaman tersebut hingga ritual dan syarat para pelaku pencari pesugihan di makam Ngujang jawa timur.
ilustrasi-gambar-pesugihan-ngujang-tulungagung

Cerita yang beredar di masyarakat sekitar mengenai asal usul dan sejarah keberadaan monyet yang terdapat di sekitar pemakaman Ngujang memang sangat menarik untuk kita simak.

Penduduk sekitar meyakini keberadaan monyet-monyet tersebut awalnya merupakan jelmaan dari 2 anak santri yang dikutuk oleh gurunya karena tidak mengikuti aturan yang berlaku di pesantren tempat mereka mengaji. Tentang kebenaran dari peristiwa tersebut tentu masih banyak menimbulkan tanda tanya besar bagi kita semua.
Baca Juga: Tempat Pesugihan di Jawa Tengah
Kembali pada cerita awal, selain dikenal sebagai tempat angker area pemakaman Ngujang dikenal pula sebagai salah satu tempat mencari pesugihan di jawa timur. Pada hari-hari tertentu konon di area pemakaman terlihat beberapa pengunjung yang melakukan meditasi dan ritual khusus guna mendapatkan ilmu pesugihan baik dalam usaha mencari keberuntungan, penglarisan, maupun mendapatkan pangkat tertentu.

Menurut sumber yang belum tentu kebenarannya konon di tempat ini para pelaku pencari pesugihan melakukan ritual dengan bersemedi dan memberikan sesajen sebagai pelengkap ritual. Ritual ini kerap pula disebut masyarakat sekitar sebagai pesugihan Ngujang Tulungagung atau pesugihan monyet Ngujang.
Baca Juga: Pesugihan Monyet Putih Pulau Seprapat Pati Jawa Timur
Selain melakukan ritual pemujaan konon para pelaku menjalani proses perjanjian terhadap jin atau setan penunggu area pemakaman Ngujang. Beberapa sumber yang belum tentu pula kebenaranya menyatakan bahwa para pelaku pesugihan di tempat ini harus memberikan tumbal sesuai dengan permintaan makhluk astral penghuni area pemakaman.

Di lain sisi ada pula yang meyakini bahwa siapa saja yang melakukan ritual sesat di tempat tersebut nantinya setelah mati akan dijadikan penghuni area pemakaman dengan menjelma sebagai monyet.
Tak heran jika banyak orang yang berkeyakinan bahwa monyet atau kera yang berada di area pemakaman Ngujang merupakan monyet jadi-jadian dari orang-orang pelaku pesugihan yang melakukan perjanjian dengan makhluk gaib penunggu makam.

 Semoga artikel singkat dengan judul pesugihan Ngujang tulungangung di atas dapat memberikan gambaran dan menghilangkan sedikit penasaran para pembaca semua.

Pesugihan Ngujang Tulungagung

Siluman kera atau monyet erat dikaitkan dengan pesugihan Ngujang Tulungagung. Tidak banyak yang mengetahui bagaimana sejarah dan asal usul dari kisah cerita tersebut, namun yang pasti masyarakat Indonesia khususnya di wilayah Jawa Timur masih banyak yang mempercayai bahwa desa Ngujang yang bersebelahan dengan sungai brantas kerap dijadikan sebagai tempat mencari pesugihan di jawa timur.
ilustrasi-gambar-pesugihan-ngujang-tulungagung

Dilain sisi desa Ngujang juga terkenal sebagai tempat lokalisasi, meskipun tidak seluruh wilayah desa tersebut dijadikan tempat lokalisasi namun ada titik-titik yang seolah menggambarkan keberadaan praktek lokalisasi di tempat ini marak terjadi.
Baca Juga: Misteri Arcopodo Gunung Semeru
Tak jauh dari tempat lokalisasi tersebut terdapat dua buah pemakaman umum yang saling berdekatan dengan pemisah jalan. Makam sebelah kiri dijadikan sebagai tempat pemakaman umum penduduk setempat, sementara area makam sebelah kanan merupakan area pemakaman pecinan atau orang-orang keturunan Tionghua yang tinggal di wilayah tersebut. Perlu kita ketahui bersama bahwa di wilayah ini terdapat sekelompok monyet atau kera yang hidup dan bermukim di sekitar pemakaman.
Dari tempat inilah pesugihan Ngujang Tulungagung kerap dikisahkan mulai dari legenda asal usul pemakaman tersebut hingga ritual dan syarat para pelaku pencari pesugihan di makam Ngujang jawa timur.
ilustrasi-gambar-pesugihan-ngujang-tulungagung

Cerita yang beredar di masyarakat sekitar mengenai asal usul dan sejarah keberadaan monyet yang terdapat di sekitar pemakaman Ngujang memang sangat menarik untuk kita simak.

Penduduk sekitar meyakini keberadaan monyet-monyet tersebut awalnya merupakan jelmaan dari 2 anak santri yang dikutuk oleh gurunya karena tidak mengikuti aturan yang berlaku di pesantren tempat mereka mengaji. Tentang kebenaran dari peristiwa tersebut tentu masih banyak menimbulkan tanda tanya besar bagi kita semua.
Baca Juga: Tempat Pesugihan di Jawa Tengah
Kembali pada cerita awal, selain dikenal sebagai tempat angker area pemakaman Ngujang dikenal pula sebagai salah satu tempat mencari pesugihan di jawa timur. Pada hari-hari tertentu konon di area pemakaman terlihat beberapa pengunjung yang melakukan meditasi dan ritual khusus guna mendapatkan ilmu pesugihan baik dalam usaha mencari keberuntungan, penglarisan, maupun mendapatkan pangkat tertentu.

Menurut sumber yang belum tentu kebenarannya konon di tempat ini para pelaku pencari pesugihan melakukan ritual dengan bersemedi dan memberikan sesajen sebagai pelengkap ritual. Ritual ini kerap pula disebut masyarakat sekitar sebagai pesugihan Ngujang Tulungagung atau pesugihan monyet Ngujang.
Baca Juga: Pesugihan Monyet Putih Pulau Seprapat Pati Jawa Timur
Selain melakukan ritual pemujaan konon para pelaku menjalani proses perjanjian terhadap jin atau setan penunggu area pemakaman Ngujang. Beberapa sumber yang belum tentu pula kebenaranya menyatakan bahwa para pelaku pesugihan di tempat ini harus memberikan tumbal sesuai dengan permintaan makhluk astral penghuni area pemakaman.

Di lain sisi ada pula yang meyakini bahwa siapa saja yang melakukan ritual sesat di tempat tersebut nantinya setelah mati akan dijadikan penghuni area pemakaman dengan menjelma sebagai monyet.
Tak heran jika banyak orang yang berkeyakinan bahwa monyet atau kera yang berada di area pemakaman Ngujang merupakan monyet jadi-jadian dari orang-orang pelaku pesugihan yang melakukan perjanjian dengan makhluk gaib penunggu makam.

 Semoga artikel singkat dengan judul pesugihan Ngujang tulungangung di atas dapat memberikan gambaran dan menghilangkan sedikit penasaran para pembaca semua.

Misteri Arcopodo Gunung Semeru Jawa Timur

Misteri Arcopodo  - Selain kisah misteri gunung semeru dan mbah dipo, salah satu dataran tinggi di wilayah jawa timur ini juga menyimpan misteri lainnya. Salah satunya adalah misteri gunung semeru kawasan angker arcopodo. Lokasi ini memang sering disebut-sebut sebagai lokasi terangker bagi para pendaki gunung semeru. Tak heran berbagai cerita mengenai kemistikan arcopodo sangat banyak diperbincangkan.

Misteri Arcopodo Gunung Semeru 

Jika Anda pernah mendaki salah satu gunung yang menjadi primadona bagi para pencinta alam ini mungkin tidak asing lagi dengan lokasi arcopodo. Sebutan arcopodo merupakan gabungan dari 2 kata bahasa jawa yakni “arco” dan “podo” yang masing-masing memiliki makna “arca” dan “sama”. Dengan kata lain arcopodo merupakan sebutan bagi dua buah arca yang terdapat di wilayah lereng gunung semeru dan memiliki bentuk kembar satu dengan yang lainnya.

Legenda tentang kisah Mahameru yang kemudian membuat nama semeru akrab disebutkan bagi gunung ini memang sangat terkenal hingga saat ini dengan berbagai cerita tentang misteri gunung semeru yang melegenda.

Sebuah sumber menyatakan bahwa di tempat tersebut dulunya terdapat abdi dalem dari kerajaan Majapahit yang singgah dan membuat dua buah arca sebagai bukti bahwa pada saat itu masyarakat setempat merupakan penganut agama Hindu serta kerap melakukan pemujaan di tempat tersebut.
Keberadaan Arcopodo rupanya hingga kini masih membuar rasa penasaran bagi siapa saja yang ingin memecahkan misteri tersebut.

Sebagian besar para pendaki yang pernah melakukan pendakian ke lereng gunung semeru hingga ke pos arcopodo mengaku tidak dapat menemukan keberadaan arca kembar ini.
Baca Juga: Kisah Misteri Jin Penunggu Benda Pusaka Warisan Mbah Wongso
Namun demikian sebagian lagi menganggap bahwa mereka yang tidak menemukan keberadaan arca tersebut karena mereka kurang jeli dalam berekplorasi. Selain hal tersebut para pendaki yang pernah menemukan lokasi dimana tempat arcopodo tersebut menuturkan bahwa lokasi terdapatnya arcopodo sangat jauh dari jalur pendakian maupun pos arcopodo sendiri. Mustahil bagi para pendaki akan menemukan lokasi tersebut tanpa panduan dari penduduk setempat.

Kita lupakan sejenak mengenai lokasi keberadaan arcopodo. Lebih lanjut konon posisi dan kondisi arcopodo tersebut sangat aneh bagi siapa saja yang melihatnya.

Sebagian orang merasa melihat arca tersebut berdiri tegak namun sebagian lagi beranggapan bahwa arca itu duduk bersila. Lain cerita lagi terdapat beberapa pendaki yang sama-sama melihat namun sebagian melihatnya tanpa adanya kepala dan sebagian lainnya melihat arcopodo utuh lengkap dengan kepala layaknya arca pada situs-situs bersejarah khususnya peninggalan kebudayaan Hindu.
Baca Juga: 11 Kisah Misteri Paling Mengerikan
Demikian cerita misteri arcopodo gunung semeru yang kerap diperbincangkan di kalangan pendaki khususnya mereka para pencinta alam yang pernah melakukan pendakian di gunung semeru jawa timur dalam menceritakan misteri gunung semeru.

Misteri Arcopodo Gunung Semeru Jawa Timur

Misteri Arcopodo  - Selain kisah misteri gunung semeru dan mbah dipo, salah satu dataran tinggi di wilayah jawa timur ini juga menyimpan misteri lainnya. Salah satunya adalah misteri gunung semeru kawasan angker arcopodo. Lokasi ini memang sering disebut-sebut sebagai lokasi terangker bagi para pendaki gunung semeru. Tak heran berbagai cerita mengenai kemistikan arcopodo sangat banyak diperbincangkan.

Misteri Arcopodo Gunung Semeru 

Jika Anda pernah mendaki salah satu gunung yang menjadi primadona bagi para pencinta alam ini mungkin tidak asing lagi dengan lokasi arcopodo. Sebutan arcopodo merupakan gabungan dari 2 kata bahasa jawa yakni “arco” dan “podo” yang masing-masing memiliki makna “arca” dan “sama”. Dengan kata lain arcopodo merupakan sebutan bagi dua buah arca yang terdapat di wilayah lereng gunung semeru dan memiliki bentuk kembar satu dengan yang lainnya.

Legenda tentang kisah Mahameru yang kemudian membuat nama semeru akrab disebutkan bagi gunung ini memang sangat terkenal hingga saat ini dengan berbagai cerita tentang misteri gunung semeru yang melegenda.

Sebuah sumber menyatakan bahwa di tempat tersebut dulunya terdapat abdi dalem dari kerajaan Majapahit yang singgah dan membuat dua buah arca sebagai bukti bahwa pada saat itu masyarakat setempat merupakan penganut agama Hindu serta kerap melakukan pemujaan di tempat tersebut.
Keberadaan Arcopodo rupanya hingga kini masih membuar rasa penasaran bagi siapa saja yang ingin memecahkan misteri tersebut.

Sebagian besar para pendaki yang pernah melakukan pendakian ke lereng gunung semeru hingga ke pos arcopodo mengaku tidak dapat menemukan keberadaan arca kembar ini.
Baca Juga: Kisah Misteri Jin Penunggu Benda Pusaka Warisan Mbah Wongso
Namun demikian sebagian lagi menganggap bahwa mereka yang tidak menemukan keberadaan arca tersebut karena mereka kurang jeli dalam berekplorasi. Selain hal tersebut para pendaki yang pernah menemukan lokasi dimana tempat arcopodo tersebut menuturkan bahwa lokasi terdapatnya arcopodo sangat jauh dari jalur pendakian maupun pos arcopodo sendiri. Mustahil bagi para pendaki akan menemukan lokasi tersebut tanpa panduan dari penduduk setempat.

Kita lupakan sejenak mengenai lokasi keberadaan arcopodo. Lebih lanjut konon posisi dan kondisi arcopodo tersebut sangat aneh bagi siapa saja yang melihatnya.

Sebagian orang merasa melihat arca tersebut berdiri tegak namun sebagian lagi beranggapan bahwa arca itu duduk bersila. Lain cerita lagi terdapat beberapa pendaki yang sama-sama melihat namun sebagian melihatnya tanpa adanya kepala dan sebagian lainnya melihat arcopodo utuh lengkap dengan kepala layaknya arca pada situs-situs bersejarah khususnya peninggalan kebudayaan Hindu.
Baca Juga: 11 Kisah Misteri Paling Mengerikan
Demikian cerita misteri arcopodo gunung semeru yang kerap diperbincangkan di kalangan pendaki khususnya mereka para pencinta alam yang pernah melakukan pendakian di gunung semeru jawa timur dalam menceritakan misteri gunung semeru.

Rabu, 22 Juli 2015

Pesugihan Tali Pocong Menggemparkan Banten

Cerita pesugihan tali pocong memang sedikit banyak pernah mencuat ke permukaan pada akhir tahun 2000-an yang lalu. Entah kenapa pada awal-awal tahun 2015 ini kisah dan rumor mengenai jenis pesugiha ini kembali menggemparkan masyarakat di wilayah Banten. Meskipun susah untuk dibuktikan secara terang, namun secara logika ada juga yang membenarkan cerita yang beredar tersebut akibat himpitan ekonomi yang akhir-akhir ini semakin mencekik rakyat. Biaya hidup yang terus meningkat dari tahun ke tahun dan tidak diimbangi dengan kenaikan upah atau pendapatan per kapita mengakibatkan orang ekonomi menengah ke bawah mencari berbagai jalan keluar dalam mengatasi masalah perekonomian keluarganya. Dan mereka yang lemah iman tidak mustahil terjerumus ke jalan sesat seperti melakukan berbagai ritual pesugihan baik dengan bantuan paranormal maupun dengan laku sendiri sebagaimana yang mereka ketahui dari cerita yang beredar.

cerita-pesugihan-tali-pocong
Kisah ini bermula dari kecurigaan masyarakat di salah satu kampung wilayah Banten Jawa Barat (alamat sebenarnya dirahasiakan agar tidak terjadi fitnah) terhadap salah satu makam warga yang rusak seperti ada yang sengaja merusak nya.

Setelah adanya kesepakatan dan keinginan atas keluarga akhirnya makam tersebut yang baru berumur 2 hari kembali dibongkar. Benar saja, kain mori yang digunakan sebagai pembungkus mayat serta tali pocong yang disertakan dalam makam telah lenyap tak berbekas.
Baca Juga: Tempat Pesugihan di Jawa Tengah
Dari kisah ini kemudian cerita pesugihan tali pocong kembali mencuat dan menggemparkan Kabupaten Banten Jawa Tengah. Dari berita ini pula kemudian masyarakat teringat akan berita yang juga tak kalah menggemparkan di wilayah Cilacap pada tahun 2011 silam yang mengabarkan bahwa seorang nelayan tertangkap tangan tengah menggali makam guna mencuri kain serta tali pocong mayat yang baru dikebumikan pada siang harinya.

Entah dari mana ilmu hitam yang mereka lakukan tersebut bermula, adakah pembimbing mereka atau hanya mereka lakukan karena cerita-cerita pada masa lalu. Dulu memang ritual pesugihan tali pocong ini sangat fenomenal konon tali dan kain pocong yang diperlukan dalam syarat pesugihan harus memenuhi syarat diantaranya adalah orang yang dikebumikan harus meninggal pada malam jumat kliwon maupun pada hari selasa kliwon.
Baca Juga: Kisah Misteri Hantu Tuyul
Terlepas benar atau tidaknya cerita pesugihan tali pocong tersebut yang jelas sudah mulai nenek moyang dulu keyakinan, mitos sekaligus legenda ini naik turun ke permukaan seiring kejadian dan peristiwa tertentu.

Pesugihan Tali Pocong Menggemparkan Banten

Cerita pesugihan tali pocong memang sedikit banyak pernah mencuat ke permukaan pada akhir tahun 2000-an yang lalu. Entah kenapa pada awal-awal tahun 2015 ini kisah dan rumor mengenai jenis pesugiha ini kembali menggemparkan masyarakat di wilayah Banten. Meskipun susah untuk dibuktikan secara terang, namun secara logika ada juga yang membenarkan cerita yang beredar tersebut akibat himpitan ekonomi yang akhir-akhir ini semakin mencekik rakyat. Biaya hidup yang terus meningkat dari tahun ke tahun dan tidak diimbangi dengan kenaikan upah atau pendapatan per kapita mengakibatkan orang ekonomi menengah ke bawah mencari berbagai jalan keluar dalam mengatasi masalah perekonomian keluarganya. Dan mereka yang lemah iman tidak mustahil terjerumus ke jalan sesat seperti melakukan berbagai ritual pesugihan baik dengan bantuan paranormal maupun dengan laku sendiri sebagaimana yang mereka ketahui dari cerita yang beredar.

cerita-pesugihan-tali-pocong
Kisah ini bermula dari kecurigaan masyarakat di salah satu kampung wilayah Banten Jawa Barat (alamat sebenarnya dirahasiakan agar tidak terjadi fitnah) terhadap salah satu makam warga yang rusak seperti ada yang sengaja merusak nya.

Setelah adanya kesepakatan dan keinginan atas keluarga akhirnya makam tersebut yang baru berumur 2 hari kembali dibongkar. Benar saja, kain mori yang digunakan sebagai pembungkus mayat serta tali pocong yang disertakan dalam makam telah lenyap tak berbekas.
Baca Juga: Tempat Pesugihan di Jawa Tengah
Dari kisah ini kemudian cerita pesugihan tali pocong kembali mencuat dan menggemparkan Kabupaten Banten Jawa Tengah. Dari berita ini pula kemudian masyarakat teringat akan berita yang juga tak kalah menggemparkan di wilayah Cilacap pada tahun 2011 silam yang mengabarkan bahwa seorang nelayan tertangkap tangan tengah menggali makam guna mencuri kain serta tali pocong mayat yang baru dikebumikan pada siang harinya.

Entah dari mana ilmu hitam yang mereka lakukan tersebut bermula, adakah pembimbing mereka atau hanya mereka lakukan karena cerita-cerita pada masa lalu. Dulu memang ritual pesugihan tali pocong ini sangat fenomenal konon tali dan kain pocong yang diperlukan dalam syarat pesugihan harus memenuhi syarat diantaranya adalah orang yang dikebumikan harus meninggal pada malam jumat kliwon maupun pada hari selasa kliwon.
Baca Juga: Kisah Misteri Hantu Tuyul
Terlepas benar atau tidaknya cerita pesugihan tali pocong tersebut yang jelas sudah mulai nenek moyang dulu keyakinan, mitos sekaligus legenda ini naik turun ke permukaan seiring kejadian dan peristiwa tertentu.

Selasa, 21 Juli 2015

Tempat Berburu Pesugihan di Jawa Tengah

Tempat angker yang kerap menjadi lokasi berburu pesugihan di wilayah Jawa Tengah memang cukup banyak. Bukan sekedar tempat berburu pesugihan di Jawa Tengah yang banyak namun para pencari juga terlihat tidak pernah berhenti mendatangi lokasi-lokasi wingit tersebut. Ingin tahu lebih jauh mana saja tempat angker yang kerap disambangi para pelaku ritual pesugihan tersebut? Di bawah ini kami sajikan beberapa lokasi yang kerap menjadi tempat ritual pemujaan di Jawa Tengah. Namun perlu kami ingatkan bahwa tulisan ini sekedar berbagi sebagai media hiburan semata.
tempat-pesugihan-di-jawa-tengah

Tempat pesugihan di Jawa Tengah

1 Gunung Srandil

Salah satu lereng gunung yang terkenal sebagai tempat berburu pesugihan di Jawa Tengah adalah Gunung Srandi. Lokasi ini berada di wilayah Kabupaten Cilacap tepatnya di Kecamatan Adipala.

Bagi masyarakat setempat lereng gunung srandil sudah tidak asing lagi terdengar sebagai tempat angker dan penuh dengan misteri. Berbagai kejadian dan peristiwa pada masa lalu mungkin membuat lereng gunung Srandil dijadikan salah satu lokasi ritual pemujaan bagi orang-orang tertentu.
Selain terdapat lereng dan rimbun pepohonan gunung Srandil juga terkenal menjadi salah satu petilasan beberapa tokoh seperti Nyai Dewi Tanjung Sekarsari, Juragan Dampo Awang, Hyang Sukma Sejati dan masih banyak lagi yang lainnya. Siapa dan bagaimana peran mereka pada masa lalu hingga membuat tempat petilasan mereka kerap diziarahi mungkin hanya beberapa orang yang mengetahuinya dengan pasti. Yang jelas hingga saat ini lereng Gunung Srandil Cilacap Jawa Tengah kerap menjadi lokasi ritual pesugihan yang dilakukan oknum-oknum tertentu.

2 Air Terjun Guci

Selain terkenal sebagai obyek wisata dengan pemandangan alam yang indah air terjun guci yang terletak di wilayah lereng gunung slamet ini juga kerap diceritakan masyarakat sebagai tempat angker dan wingit. Berbagai sosok makhluk gaib mulai dari genderuwo, tuyul, pocong, wewe gombel, dan siluman seperti siluman kera, siluman buaya putih, hingga siluman naga kerap disebut dalam menggambarkan kemistikkan air terjun guci.
Baca Juga: Kisah Misteri Jin Penunggu Benda Pusaka
Mitos yang santer dibicarakan oleh masyarakat membuat tempat ini kerap dikunjungi banyak orang dengan berbagai tujuan mulai dari menginginkan awet muda, meminta kekayaan atau pesugihan, hingga meminta agar mendapatkan jabatan tertentu baik dalam pekerjaan maupun sosial.

Makhluk mitologi yang konon menghuni air terjun guci adalah sosok Naga besar dengan sebutan Naga Cerek. Entah seperti apa dan bagaimana ritual para pemburu pesugihan di tempat ini melakukannya mungkin hanya para pelaku yang mengetahuinya.

3 Goa Susuh Angin 

tempat-berburu-pesugihan-di-jawa-tengah

Goa susuh angin merupakan salah satu goa yang berada di wilayah lereng gunung Merbabu. Tidak banyak sumber yang menceritakan asal usul dari goa susuh angin, namun keangkeran dan kemistikkan tempat ini kerap sekali dikisahkan oleh masyarakat Jawa Tengah. Di lain sisi kemistikkan dan keangkeran goa susuh angin justru banyak dimanfaatkan oleh orang-orang sesat dengan melakukan sebuah ritual pesugihan di tempat ini. Dari beberapa sumbur menyebutkan bahwa ritual yang dilakukan pada salah satu tempat berburu pesugihan di Jawa Tegah ini yakni dengan cara menumbalkan nyawa pasangannya baik suami maupun istri. 
Simak Juga: Adakah Pesugihan Tanpa Tumbal?
Hebohnya lagi seiring meningkatnya kasus-kasus perselingkuhan akhir-akhir ini berdampak signifikan terhadap para pelaku yang melakukan ritual di goa susuh angin. Ada pula yang kemudian menyimpulkan bahwa karena peristiwa yang biasanya dialami dalam berumah tangga baik perselingkuhan pasangannya, kekerasan dalam rumah tangga KDRT maupun yang lainnya membuat salah satu pasangan tega melakukan ritual pesugihan sesat ini.

4 Gunung Selok

tempat-pesugihan-di-jawa-tengah

Mungkin Anda akan merasa kaget ketika mendengar bahwa tempat wisata yang pernah Anda kunjungi yakni Gunung Selok menjadi salah satu tempat berburu pesugihan di Jawa Tegah. Sebab tempat ini menjadi obyek wisata andalan bagi para pencinta alam di Indonesia. Wilayah Gunung Selok juga banyak terdapat berbagai tempat yang menambah obyek wisata di daerah ini seperti benteng-benteng peninggalan jaman penjajahan dan goa baik yang telah dikelola sebagai tempat wisata maupun goa yang masih alam yang terjadi secara alami.
Simak Juga: Cerita Nyata Tentang Hantu Sundel Bolong
Meski demikian ada pula orang-orang yang berdatangan tidak untuk menikmati keindahan alam yang ada melainkan melakukan suatu ritual dan laku guna mendapatkan ilmu pesugihan. Berbagai laku dan ritual seperti bertapa atau bersemedi, memberikan sesaji bahkan tumbal menjadi ciri khas para pelaku pencari pesugiha di wilayah Gunung Selok Cilacap Jawa Tengah ini.

Informasi di atas hanyalah sebagai hiburan semata, dan jangan sekali-kali mendatangi tempat-tempat tersebut dengan niat sesat seperti memanjatkan doa pada penunggu, maupun meminta sesuatu pada makhluk gaib penghuni tempat tersebut. Cukuplah Allah menjadi penolong dan tempat kita berlindung dari dunia yang fana ini. Terimakasih telah membaca cerita tentang tempat berburu pesugihan di Jawa Tengah ini.