Tampilkan postingan dengan label Pusaka. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pusaka. Tampilkan semua postingan

Senin, 05 September 2016

Asal Usul Keris Naga Runting Pusaka Prabu Siliwangi dan Manfaatnya

Nama Keris Naga Runting sangat terkenal hingga seluruh pelosok nusantara. Meskipun tak ada yang dapat membuktikan secara langsung namun kesaktian dan asal usulnya yang penuh misteri membuat cerita tersebut terasa akrab terdengar di telinga kita. Sebilah pusaka yang konon dulu menjadi senjata pamungkas Prabu Siliwangi ini secara kasap mata memang terlihat menawan bagi siapa saja yang melihatnya.

Namun demikian tak banyak orang tahu tentang asal usul Keris Naga Runting yang diyakini sebagai salah satu pusaka Prabu Siliwangi ini. Dalam ulasan di bawah ini sedikit banyak akan kita singgung mengenai asal usul dan sejarah sekaligus khasiat atau manfaat dari jenis benda bertuah yang satu ini. Untuk itu pastikan Anda menyimak artikel berikut hingga usai.
Asal Usul Keris Naga Runting Pusaka Prabu Siliwangi dan Manfaatnya

Sejarah Asal Usul Keris Naga Runting

Keris ini juga akrab disebut dengan Naga Runting Makan Emas atau dalam bahasa jawanya “Ngemut Emas” diberikan karena pada pusaka ini terdapat setitik emas melekat pada lidah atau mulut naga yang menjadi bentuk utama dari pusaka tersebut.
Meski tidak ada sumber otentik tentang siapa pembuat keris pusaka yang kala itu menjadi pusaka piandel Prabu Brawijaya namun secara turun temurun masyarakat jawa meyakini jika pembuat keris sakti tersebut tak lain merupakan Empu kepercayaan Kerajaan Pajajaran yakni Empu Welang dan Empu Anjani. Menurut cerita yang beredar bahan yang digunakan sebagai pusaka tersebut adalah paku emas. Beberapa orang juga meyakini paku emas yang dimaksud merupakan hasil dari persemedian Prabu Siliwangi di kaki bukit Gunung Salak.

Sebagai Raja penuh kewibawaan Prabu Siliwangi berkeinginan memiliki sebilah pusaka tak tertandingi dari segi kesaktian dan keartistikan nya. Oleh karena itu beliau memanggil Empu Welang untuk membuatkan keris yang dimaksud. Singkatnya setelah mendengar keinginan Sang Raja Empu Welang memberikan saran agar Sang Prabu “menimbali” atau memanggil Empu Anjani guna membantu pembuatan keris pusaka yang dimaksud. Hal ini dilakukan Empu Welang dengan alasan bahwa Empu Anjani memiliki keahlian luar biasa dalam membuat bentuk keris dengan sempurna.

Semenjak perintah Sang Prabu diberikan kedua Empu tersebut mengawali pembuatan pusaka dengan bersemedi dan puasa selama 40 hari 40 malam sebagai ritual sakral untuk membuat pusaka tak tertandingi. Singkatnya setelah melewati beberapa proses paku emas telah berubah menjadi sepucuk keris luk 13 yang kemudian disempurnakan oleh Empu Anjani dengan memberikan tatahan berwujud kepala naga di pangkalnya serta butiran emas mengkilat di ujung lidah (mulut) sang naga.

Setelah keris tersebut jadi kemudian diberi nama Keris Naga Runting Makan Emas. Warangka dari bahan kayu cendana membuat keistimewaan pusaka tersebut tak tertandingi pada masanya.

Kedua Empu tersebut telah berhasil menyelesaikan tugas dengan baik dan kemudian menyerahkannya pada Sang Prabu Siliwangi pemilik tahta kerajaan pajajaran. Luar biasa senangnya Sang Prabu melihat pusaka yang dipesannya tersebut sangat sempurna. Karena keberhasilan itulah kemudian Empu Anjani dan Empu Welang diberi tanah tegalan di wilayah kerajaan sebagai hadiah.

Manfaat

Manfaat Keris Naga Runting andalan Prabu Brawijaya memang memiliki banyak tak terbantahkan. Beberapa fungsi dari pusaka tersebut diantaranya adalah:
  • Sebagai benteng diri dari kejahatan.
  • Sebagai sarana kewibawaan.
  • Sebagai kekebalan lantaran tuah atau khodam di dalamnya.
  • Sebagai pengayom dan disegani rakyat.
  • Dan lain sebagainya.
Dalam perkembangnya karena saking tenar dan terkenalnya Keris Naga Runting pada periode berikutnya bahkan sampai periode kerajaan islam di Indonesia banyak sekali para Empu yang membuat keris serupa yang berbentuk layaknya naga ber luk 13.

Beberapa Empu dan pandai besi juga melakukan inovasi dengan beragam bahan sehingga melahirkan jenis Keris Naga Runting Ngemut Inten (Intan) dan Sabuk Inten. Hingga saat ini masyarakat pemegang pusaka jenis Naga Runting merasa beruntung karena mendapatkan kepercayaan menjaga sekaligus merawat pusaka buatan para Empu pada masa lalu. Bahkan saking berharganya jenis pusaka ini tak jarang para kolektor berani membeli dengan harga ratusan juta rupiah demi sepucuk pusaka tersebut.

Asal Usul Keris Naga Runting Pusaka Prabu Siliwangi dan Manfaatnya

Nama Keris Naga Runting sangat terkenal hingga seluruh pelosok nusantara. Meskipun tak ada yang dapat membuktikan secara langsung namun kesaktian dan asal usulnya yang penuh misteri membuat cerita tersebut terasa akrab terdengar di telinga kita. Sebilah pusaka yang konon dulu menjadi senjata pamungkas Prabu Siliwangi ini secara kasap mata memang terlihat menawan bagi siapa saja yang melihatnya.

Namun demikian tak banyak orang tahu tentang asal usul Keris Naga Runting yang diyakini sebagai salah satu pusaka Prabu Siliwangi ini. Dalam ulasan di bawah ini sedikit banyak akan kita singgung mengenai asal usul dan sejarah sekaligus khasiat atau manfaat dari jenis benda bertuah yang satu ini. Untuk itu pastikan Anda menyimak artikel berikut hingga usai.
Asal Usul Keris Naga Runting Pusaka Prabu Siliwangi dan Manfaatnya

Sejarah Asal Usul Keris Naga Runting

Keris ini juga akrab disebut dengan Naga Runting Makan Emas atau dalam bahasa jawanya “Ngemut Emas” diberikan karena pada pusaka ini terdapat setitik emas melekat pada lidah atau mulut naga yang menjadi bentuk utama dari pusaka tersebut.
Meski tidak ada sumber otentik tentang siapa pembuat keris pusaka yang kala itu menjadi pusaka piandel Prabu Brawijaya namun secara turun temurun masyarakat jawa meyakini jika pembuat keris sakti tersebut tak lain merupakan Empu kepercayaan Kerajaan Pajajaran yakni Empu Welang dan Empu Anjani. Menurut cerita yang beredar bahan yang digunakan sebagai pusaka tersebut adalah paku emas. Beberapa orang juga meyakini paku emas yang dimaksud merupakan hasil dari persemedian Prabu Siliwangi di kaki bukit Gunung Salak.

Sebagai Raja penuh kewibawaan Prabu Siliwangi berkeinginan memiliki sebilah pusaka tak tertandingi dari segi kesaktian dan keartistikan nya. Oleh karena itu beliau memanggil Empu Welang untuk membuatkan keris yang dimaksud. Singkatnya setelah mendengar keinginan Sang Raja Empu Welang memberikan saran agar Sang Prabu “menimbali” atau memanggil Empu Anjani guna membantu pembuatan keris pusaka yang dimaksud. Hal ini dilakukan Empu Welang dengan alasan bahwa Empu Anjani memiliki keahlian luar biasa dalam membuat bentuk keris dengan sempurna.

Semenjak perintah Sang Prabu diberikan kedua Empu tersebut mengawali pembuatan pusaka dengan bersemedi dan puasa selama 40 hari 40 malam sebagai ritual sakral untuk membuat pusaka tak tertandingi. Singkatnya setelah melewati beberapa proses paku emas telah berubah menjadi sepucuk keris luk 13 yang kemudian disempurnakan oleh Empu Anjani dengan memberikan tatahan berwujud kepala naga di pangkalnya serta butiran emas mengkilat di ujung lidah (mulut) sang naga.

Setelah keris tersebut jadi kemudian diberi nama Keris Naga Runting Makan Emas. Warangka dari bahan kayu cendana membuat keistimewaan pusaka tersebut tak tertandingi pada masanya.

Kedua Empu tersebut telah berhasil menyelesaikan tugas dengan baik dan kemudian menyerahkannya pada Sang Prabu Siliwangi pemilik tahta kerajaan pajajaran. Luar biasa senangnya Sang Prabu melihat pusaka yang dipesannya tersebut sangat sempurna. Karena keberhasilan itulah kemudian Empu Anjani dan Empu Welang diberi tanah tegalan di wilayah kerajaan sebagai hadiah.

Manfaat

Manfaat Keris Naga Runting andalan Prabu Brawijaya memang memiliki banyak tak terbantahkan. Beberapa fungsi dari pusaka tersebut diantaranya adalah:
  • Sebagai benteng diri dari kejahatan.
  • Sebagai sarana kewibawaan.
  • Sebagai kekebalan lantaran tuah atau khodam di dalamnya.
  • Sebagai pengayom dan disegani rakyat.
  • Dan lain sebagainya.
Dalam perkembangnya karena saking tenar dan terkenalnya Keris Naga Runting pada periode berikutnya bahkan sampai periode kerajaan islam di Indonesia banyak sekali para Empu yang membuat keris serupa yang berbentuk layaknya naga ber luk 13.

Beberapa Empu dan pandai besi juga melakukan inovasi dengan beragam bahan sehingga melahirkan jenis Keris Naga Runting Ngemut Inten (Intan) dan Sabuk Inten. Hingga saat ini masyarakat pemegang pusaka jenis Naga Runting merasa beruntung karena mendapatkan kepercayaan menjaga sekaligus merawat pusaka buatan para Empu pada masa lalu. Bahkan saking berharganya jenis pusaka ini tak jarang para kolektor berani membeli dengan harga ratusan juta rupiah demi sepucuk pusaka tersebut.

Jumat, 19 Agustus 2016

Ciri-ciri Pring Petuk Asli dan Cara Merawat agar tetap berkhasiat

Pring petuk adalah salah satu benda yang diyakini memiliki kekuatan magis yang tidak bisa. Barang ini selain memiliki ciri-ciri uni juga banyak dipercaya dapat mendatangkan rejeki. Tak heran jika para pedagang berani membayar dengan mahar tinggi bambu yang memiliki ciri-ciri pring petuk asli sebagai sarana penglaris dagangan (Baca: Manfaat bambu petuk dan cara menggunakannya).

Namun karena banyaknya pencinta benda bertuah dalam memburu jenis bambu petuk atau bambu ketemu ruas ini membuat oknum yang sengaja membuat kerajinan tangan pring petuk dengan berbagai cara. Naif nya benda yang dihasilkan dari karya tangan itu tak jarang ditawarkan sebagai bambu petuk asli.
ciri-ciri-pring-petuk-asli
Jadi jika Anda tertarik dengan jenis barang langka ini ada baiknya berhati-hati dalam memilih dan membeli. Di bawah ini akan kami singgung mengenai ciri-ciri pring petuk asli dan cara merawatknya agar tetap berkhasiat.

Ciri Pring Petuk Asli

Membedakan antara bambu petuk ketemu ruas yang asli dan palsu sebenarnya cukup mudah dilakukan khususnya bagi kita yang sebelumnya telah akrab dengan benda yang satu ini. Berikut merupakan ciri-ciri dari bambu petuk asli.

Ruas sambungan
Anda pasti setuju jika segala benda buatan manusia tidak sesempurna bentuk alami, ya jika kita cermati antara ruas sambungan bambu petuk palsu akan kita dapati beberapa kejanggalan diantaranya perbedaan antara diameter sisi yang saling berhadapan terlihat hampir sama dan tak lazim. Bentuk ini berbeda dengan pring petuk asli dimana kebanyakan antar ruas yang berhadapan terlihat sidikit membesar di pangkal.

Guratan Melingkar
Sebagian besar bambu ketemu ruas asli memiliki ciri khas pada guratan yang melingkar di kanan kiri ruasnya. Guratan tersebut kadang berbentuk teratur dan kadang tidak teratur tergantung diamerter dan jenis bambu itu sendiri. Ciri utama yang dapat membedakan antara bambu petuk asli dan palsu yakni bentuk geligir guratan tersebut dimana pada benda asli terlihat sangat alami sementara pada benda hasil buatan manusia terlihat seolah ada pori-pori bambu yang terkikis atau lapuk.

Bertuah/ Khodam
Jika pemilik bambu ketemu ruas dengan ciri-ciri palsu tetap bersikukuh jika benda tersebut asli namun untuk masalah khodam tidak dapat lagi dipungkiri. Ciri utama bambu petuk yang asli yakni memiliki khodam di dalamnya dan itulah yang membuat benda tersebut banyak dipergunakan sebagai ajimat kerezekian dan lain sebagainya.

Jika didapati bambu petuk palsu yang terdapat tuahnya bisa dipastikan hal ini terjadi karena adanya kesengajaan seseorang memasukan jin atau makhluk gaib ke dalam benda tersebut. Meskipun tidak semua orang mampu melakukan hal tersebut namun beberapa orang meyakini jika bambu petuk semacam ini dianggap tidak alami dan khasiatnya tidak begitu besar bahkan justru dapat mencelakakan si pemilik.

Cara Merawat Bambu Petuk agar tetap berkhasiat

Seperti yang sudah kita singgung di atas dalam pring petuk asli terdapat khodam yang secara alami masuk ke dalam benda tersebut. Khodam sendiri memilih suatu benda untuk ditempati bukan tanpa sebab melainkan karena benda tersebut memiliki keistimewaan bagi mereka. Untuk itu ada tips cara merawat pring petuk agar tetap berkhasiat.
cara-merawat-pring-petuk

Jaga kebersihan dan kesucian

Hal utama dan pertama yang wajib kita lakukan dalam merawat bambu petuk yakni menjaganya dari kotoran dan debu. Lebih-lebih jika Anda sudah mengetahui jika benda tersebut memiliki khodam di dalamnya, usahakan tempat penyimpanan terbuat dari kain serta tetap terjaga kesuciannya dari najis.

Rahasiakan dari orang lain
Memiliki benda pusaka sejenis ajimat baiknya Anda rahasiakan dari orang lain sekalipun dia merupakan teman dekat Anda. Pasalnya hal-hal yang berbau mistis kerap membawa petaka jika kita sebar luaskan entah itu pencurian maupun fitnah.

Usaha dan Doa
Agar bambu petuk tetap berkhasiat jangan sekali-kali Anda meninggalkan usaha (kerja) dan berdoa pada Sang Pencipta. Karena seberapa hebatnya benda ajimat yang Anda miliki semua hanya sebatas media dan tak pantas terlalu diagung-agungkan.

Uraian di atas merupakan ulasan mengenai ciri-ciri pring petuk asli dan cara merawatnya agar tetap berkhasiat. Semoga dapat memberikan hiburan sekaligus gambaran tentang apa itu benda bertuah yang banyak digunakan sebagai ajimat kerezekian.

Ciri-ciri Pring Petuk Asli dan Cara Merawat agar tetap berkhasiat

Pring petuk adalah salah satu benda yang diyakini memiliki kekuatan magis yang tidak bisa. Barang ini selain memiliki ciri-ciri uni juga banyak dipercaya dapat mendatangkan rejeki. Tak heran jika para pedagang berani membayar dengan mahar tinggi bambu yang memiliki ciri-ciri pring petuk asli sebagai sarana penglaris dagangan (Baca: Manfaat bambu petuk dan cara menggunakannya).

Namun karena banyaknya pencinta benda bertuah dalam memburu jenis bambu petuk atau bambu ketemu ruas ini membuat oknum yang sengaja membuat kerajinan tangan pring petuk dengan berbagai cara. Naif nya benda yang dihasilkan dari karya tangan itu tak jarang ditawarkan sebagai bambu petuk asli.
ciri-ciri-pring-petuk-asli
Jadi jika Anda tertarik dengan jenis barang langka ini ada baiknya berhati-hati dalam memilih dan membeli. Di bawah ini akan kami singgung mengenai ciri-ciri pring petuk asli dan cara merawatknya agar tetap berkhasiat.

Ciri Pring Petuk Asli

Membedakan antara bambu petuk ketemu ruas yang asli dan palsu sebenarnya cukup mudah dilakukan khususnya bagi kita yang sebelumnya telah akrab dengan benda yang satu ini. Berikut merupakan ciri-ciri dari bambu petuk asli.

Ruas sambungan
Anda pasti setuju jika segala benda buatan manusia tidak sesempurna bentuk alami, ya jika kita cermati antara ruas sambungan bambu petuk palsu akan kita dapati beberapa kejanggalan diantaranya perbedaan antara diameter sisi yang saling berhadapan terlihat hampir sama dan tak lazim. Bentuk ini berbeda dengan pring petuk asli dimana kebanyakan antar ruas yang berhadapan terlihat sidikit membesar di pangkal.

Guratan Melingkar
Sebagian besar bambu ketemu ruas asli memiliki ciri khas pada guratan yang melingkar di kanan kiri ruasnya. Guratan tersebut kadang berbentuk teratur dan kadang tidak teratur tergantung diamerter dan jenis bambu itu sendiri. Ciri utama yang dapat membedakan antara bambu petuk asli dan palsu yakni bentuk geligir guratan tersebut dimana pada benda asli terlihat sangat alami sementara pada benda hasil buatan manusia terlihat seolah ada pori-pori bambu yang terkikis atau lapuk.

Bertuah/ Khodam
Jika pemilik bambu ketemu ruas dengan ciri-ciri palsu tetap bersikukuh jika benda tersebut asli namun untuk masalah khodam tidak dapat lagi dipungkiri. Ciri utama bambu petuk yang asli yakni memiliki khodam di dalamnya dan itulah yang membuat benda tersebut banyak dipergunakan sebagai ajimat kerezekian dan lain sebagainya.

Jika didapati bambu petuk palsu yang terdapat tuahnya bisa dipastikan hal ini terjadi karena adanya kesengajaan seseorang memasukan jin atau makhluk gaib ke dalam benda tersebut. Meskipun tidak semua orang mampu melakukan hal tersebut namun beberapa orang meyakini jika bambu petuk semacam ini dianggap tidak alami dan khasiatnya tidak begitu besar bahkan justru dapat mencelakakan si pemilik.

Cara Merawat Bambu Petuk agar tetap berkhasiat

Seperti yang sudah kita singgung di atas dalam pring petuk asli terdapat khodam yang secara alami masuk ke dalam benda tersebut. Khodam sendiri memilih suatu benda untuk ditempati bukan tanpa sebab melainkan karena benda tersebut memiliki keistimewaan bagi mereka. Untuk itu ada tips cara merawat pring petuk agar tetap berkhasiat.
cara-merawat-pring-petuk

Jaga kebersihan dan kesucian

Hal utama dan pertama yang wajib kita lakukan dalam merawat bambu petuk yakni menjaganya dari kotoran dan debu. Lebih-lebih jika Anda sudah mengetahui jika benda tersebut memiliki khodam di dalamnya, usahakan tempat penyimpanan terbuat dari kain serta tetap terjaga kesuciannya dari najis.

Rahasiakan dari orang lain
Memiliki benda pusaka sejenis ajimat baiknya Anda rahasiakan dari orang lain sekalipun dia merupakan teman dekat Anda. Pasalnya hal-hal yang berbau mistis kerap membawa petaka jika kita sebar luaskan entah itu pencurian maupun fitnah.

Usaha dan Doa
Agar bambu petuk tetap berkhasiat jangan sekali-kali Anda meninggalkan usaha (kerja) dan berdoa pada Sang Pencipta. Karena seberapa hebatnya benda ajimat yang Anda miliki semua hanya sebatas media dan tak pantas terlalu diagung-agungkan.

Uraian di atas merupakan ulasan mengenai ciri-ciri pring petuk asli dan cara merawatnya agar tetap berkhasiat. Semoga dapat memberikan hiburan sekaligus gambaran tentang apa itu benda bertuah yang banyak digunakan sebagai ajimat kerezekian.

Rabu, 30 Desember 2015

Benda Pusaka Peninggalan Majapahit

Keberadaan benda pusaka pada masa kerajaan Majapahit memang tergolong sangat penting bagi seseorang. Tak heran jika saat itu profesi pandai besi yang kerap disebut dengan nama Mpu banyak dijumpai di berbagai daerah. Hal istimewa yang mungkin tak akan kita jumpai dalam pembuatan sebuah senjata saat ini ialah lelaku dan ritual yang dilakukan oleh para Mpu. Konon pada masa lalu seorang Mpu biasa melakukan pertapaan serta puasa sebagai ritual batin guna menciptakan pusaka sakti. Beberapa senjata pusaka peninggalan Majapahit hingga saat ini masih bisa kita ketahui jenisnya melalui berbagai sumber yang ada.
benda-pusaka-peninggalan-majapahit

Keris condong campur

Benda pusaka yang satu ini memang cukup terkenal melalui berbagai tarikh dan legenda tentang kerajaan Majapahit. Tidak banyak yang mengetahui bahwa salah satu pusaka pianderl kerajaan Majapahit ini merupakan karya dari ratusan Mpu yang ada waktu itu.

Menurut cerita keris yang juga dikenal dengan sebutan Kyai Condong Campur ini dibuat dengan melibatkan puluhan bahkan ratusan Mpu kondang pada masa tersebut. Tak cukup sampai disitu bahan utama dalam pembuatannya pun juga didapat dari berbagai daerah. Tak berlebihan juga banyak orang mengakui kesaktian pusaka warisan kerajaan Majapahit ini.

Namun sayangnya dibalik kesaktian dan kehebatan dari Kyai Condong Campur ini terdapat aura negatif yang akan mempengaruhi sang pemegang pusaka. Percaya tidak percaya demikian kisahnya.

Tombak Pataka Dwija Naga Nareswara

Pusaka ini sebenarnya telah ada sebelum kemunculan kerajaan Majapahit di Nusantara, beberapa sumber menyatakan bahwa Tombak Pataka merupakan benda pusaka Majapahit yang didapatkan dari warisan kerajaan singasari. Dalam sejarahnya benda ini merupakan pusaka yang diperebutkan oleh Singasari dan Gelang Gelang.

Keberhasilan senopati Singasari dalam merebut kembali tombak pataka yang telah jatuh ke tangan Gelang Gelang menjadikan pusaka ini berhasil diwariskan pada kerajaan Majapahit sebagai bukti merupakan pewaris tahta kerajaan Singasari yang sebenarnya. Beberapa sejarawan juga meyakini bahwa di ujung tombak inilah Kerajaan Majapahit pertama kali pengibaran bendera kerajaan dilakukan.

Keris Tamung sari

Keris sakti yang diduga kuat merupakan benda pusaka peninggalan Majapahit berikutnya ialah Keris Tamung Sari. Nama dari keris tersebut diambil dari nama pemiliknya yakni seorang hulubalang dari kerajaan Majapahit.

Keris Tamung Sari benar-benar teruji khasiatnya manakala sang pemilik tengah berduel dengan seorang hulubalang dari kerajaan Malaka. Diriwayatkan pada saat itu Tamung Sari tak terluka sedikitpun ketika mendapat serangan dan tikaman dari senjata hulubalang Malaka.

Singkat cerita pasukan Malaka mengetahui bahwa kekebalan Tamung Sari berasal dari pusaka yang dipegangnya, maka dari itu sang hulubalang mencoba merampas keris kyai tamung sari dari tangan sang pemilik.
Dugaan mereka tentang kehebatan pusaka tersebut rupanya benar, tak lama dari terlepasnya Kyai Tamung Sari dari tangan pemiliknya Hulubalang Majapahit tersebut kemudian tewas tertikam kerisnya sendiri.

Ketiga pusaka di atas merupakan beberapa dari sekian banyak benda pusaka peninggalan Majapahit yang hingga kini masih sangat diagungkan kesaktian dan khasiatnya. Namun demikian hingga saat ini tak ada satupun yang mengetahui keberadaan senjata andalan tersebut.

Benda Pusaka Peninggalan Majapahit

Keberadaan benda pusaka pada masa kerajaan Majapahit memang tergolong sangat penting bagi seseorang. Tak heran jika saat itu profesi pandai besi yang kerap disebut dengan nama Mpu banyak dijumpai di berbagai daerah. Hal istimewa yang mungkin tak akan kita jumpai dalam pembuatan sebuah senjata saat ini ialah lelaku dan ritual yang dilakukan oleh para Mpu. Konon pada masa lalu seorang Mpu biasa melakukan pertapaan serta puasa sebagai ritual batin guna menciptakan pusaka sakti. Beberapa senjata pusaka peninggalan Majapahit hingga saat ini masih bisa kita ketahui jenisnya melalui berbagai sumber yang ada.
benda-pusaka-peninggalan-majapahit

Keris condong campur

Benda pusaka yang satu ini memang cukup terkenal melalui berbagai tarikh dan legenda tentang kerajaan Majapahit. Tidak banyak yang mengetahui bahwa salah satu pusaka pianderl kerajaan Majapahit ini merupakan karya dari ratusan Mpu yang ada waktu itu.

Menurut cerita keris yang juga dikenal dengan sebutan Kyai Condong Campur ini dibuat dengan melibatkan puluhan bahkan ratusan Mpu kondang pada masa tersebut. Tak cukup sampai disitu bahan utama dalam pembuatannya pun juga didapat dari berbagai daerah. Tak berlebihan juga banyak orang mengakui kesaktian pusaka warisan kerajaan Majapahit ini.

Namun sayangnya dibalik kesaktian dan kehebatan dari Kyai Condong Campur ini terdapat aura negatif yang akan mempengaruhi sang pemegang pusaka. Percaya tidak percaya demikian kisahnya.

Tombak Pataka Dwija Naga Nareswara

Pusaka ini sebenarnya telah ada sebelum kemunculan kerajaan Majapahit di Nusantara, beberapa sumber menyatakan bahwa Tombak Pataka merupakan benda pusaka Majapahit yang didapatkan dari warisan kerajaan singasari. Dalam sejarahnya benda ini merupakan pusaka yang diperebutkan oleh Singasari dan Gelang Gelang.

Keberhasilan senopati Singasari dalam merebut kembali tombak pataka yang telah jatuh ke tangan Gelang Gelang menjadikan pusaka ini berhasil diwariskan pada kerajaan Majapahit sebagai bukti merupakan pewaris tahta kerajaan Singasari yang sebenarnya. Beberapa sejarawan juga meyakini bahwa di ujung tombak inilah Kerajaan Majapahit pertama kali pengibaran bendera kerajaan dilakukan.

Keris Tamung sari

Keris sakti yang diduga kuat merupakan benda pusaka peninggalan Majapahit berikutnya ialah Keris Tamung Sari. Nama dari keris tersebut diambil dari nama pemiliknya yakni seorang hulubalang dari kerajaan Majapahit.

Keris Tamung Sari benar-benar teruji khasiatnya manakala sang pemilik tengah berduel dengan seorang hulubalang dari kerajaan Malaka. Diriwayatkan pada saat itu Tamung Sari tak terluka sedikitpun ketika mendapat serangan dan tikaman dari senjata hulubalang Malaka.

Singkat cerita pasukan Malaka mengetahui bahwa kekebalan Tamung Sari berasal dari pusaka yang dipegangnya, maka dari itu sang hulubalang mencoba merampas keris kyai tamung sari dari tangan sang pemilik.
Dugaan mereka tentang kehebatan pusaka tersebut rupanya benar, tak lama dari terlepasnya Kyai Tamung Sari dari tangan pemiliknya Hulubalang Majapahit tersebut kemudian tewas tertikam kerisnya sendiri.

Ketiga pusaka di atas merupakan beberapa dari sekian banyak benda pusaka peninggalan Majapahit yang hingga kini masih sangat diagungkan kesaktian dan khasiatnya. Namun demikian hingga saat ini tak ada satupun yang mengetahui keberadaan senjata andalan tersebut.

Selasa, 08 Desember 2015

Ajian Brajamusti Ilmu Kanuragan Tingkat Tinggi

Pesugihan - Artikel berjudul ajian brajamusti ilmu kanuragan tingkat tinggi bawah ini sedikit banyak akan mengupas khasiat kegunaan serta cara menguasai ilmu kanuragan yang banyak diminati oleh orang-orang sakti pada jaman dulu. Ilmu pamungkas yang sangat terkenal ini kerap disebut-sebut menjadi ajian andalan Gatotkaca si otot kawat balung wesi.
Foto: https://pixabay.com/id/doa-rohani-cinta-perdamaian-suci-401401/
Memiliki kesaktian yang sangat luar biasa menjadi ciri dari tokoh pewayangan Gatotkaca putra Bima. Tak heran jika sebutan otot kawat balung wesi diberikan pada tokoh yang memiliki kekuatan super ini. Karena itu pula ajian brajamusti dikenal sebagai salah satu ilmu kanuragan tingkat tinggi yang bisa didapatkan dengan banyak laku spiritual baik dengan puasa maupun tanpa puasa.

Banyak para sesepuh memberikan wejangan bagi orang-orang yang dapat menguasai keilmuan ini agar tidak sembrono dalam mengamalkan sekaligus menggunakannya. Pasalnya jika seorang pemilik ilmu brajamusti bertindak tanpa terkendali terlebih berada di posisi yang salah maka hampir bisa dipastikan akan menjadi bencana bagi dirinya sendiri dan orang lain.

Khasiat dan kegunaan

Manfaat dan khasiat ilmu brajamusti memang tergolong multiguna, adapun manfaat yang kerap diyakini para ahli spiritual jawa mengatakan demikian:

Energi pukulan

Seseorang yang dapat menguasai ilmu ini konon akan memiliki energi tak biasa dari kepalan tangannya. Penyerapan energi dari berbagai unsur alam seperti tanah, air, udara, dan api akan menjadi satu dan kemudian menumbuhkan kekuatan berlipat-lipat super ampuh tak tertandingi.

Siapa saja yang terkena oleh pukulan ini bisa dipastikan langsung terkapa tak berdaya. Mungkin ungkapan kanan rumah sakit kiri peti mati sangat cocok dikatakan oleh mereka yang memiliki ajian brajamusti.

Energi tendangan

Selain memiliki khasiat dalam membentuk kekuatan pukulan ajian brajamusti ilmu kanuragan tingkat tinggi ini juga memberikan energi pada tendangan kaki pemilikinya.

Sama halnya dengan energi pukulan, penyerapan energi 4 elemen utama dalam kehidupan yakni air, api, angin, dan tanah yang menyatu pada kaki menjadi sebuah kekuatan hingga berkali-kali lipat dari kekuatan orang biasa.

Kekebalan

Bukan sekedar kekuatan untuk memukul dan melumpuhkan musuh, brajamusti juga memberikan kekepalan terhadap badan si pengamal. Banyak tokoh-tokoh pada masa lalu mampu bertarung melawan sekerumunan orang bersenjata tanpa adanya luka di tubuhnya.

Hal ini pula yang kemudian sangat ditakuti oleh lawan-lawannya. Bisa kita bayangkan jika kita memiliki lawan tanding yang menguasai ajian brajamusti, selain kuwalahan dalam menahan serangan darinya tentu kita juga susah untuk menjatuhkannya, jangankan pakai tangan kosong pakai senjata saja gak mempan kecuali kita mengetahui kunci yang menjadi kelemahan ajian tersebut.

Cara mendapatkan

Banyak referensi baik yang diambil dari kitab mujarabah maupun primbon tua warisan dari nenek moyang. Kebanyakan dari buku-buku kuno tersebut memberikan cara atau lebih tepatnya semacam amalan mulai dari awal hingga penguasaan.

Meskipun tidak hanya terdiri dari satu versi namun sebagian besar kitab kuno memberikan langkah serta amalan yang hampir mirip antara satu dengan lainnya. Hal ini bisa pula kita simpulkan bahwa ilmu brajamusti merupakan ilmu warisan yang ditahtakan oleh seseorang pada turunanya maupun seorang guru kanuragan kepada muridnya. Adapun langkah yang lazim digunakan guna menguasai ajian brajamusti adalah sebagai berikut:

Puasa

Sebagian primbon kuno menyebutkan bahwa sang pengamal diwajibkan untuk melakukan puasa mutih selama satu pasaran jawa dan diawali dari minggu kliwon, senin legi, selasa pahing, rabu pon, dan kamis wage malam jumat kliwon.

Membaca mantra

Sebagaimana ilmu kanuragan lain yang syarat akan sebuah doa sebagai kunci amalan dalam ritual ilmu brajamusti seseorang juga diwajibkan untuk membaca mantra tiap-tiap habis melaksanakan sholat lima waktu. Adapun mantranya sbb:
mantra-ajian-brajamusti

Bacaan di atas dibaca sebanyak 21 kali kemudian ditiupkan ke telapak tangan serta diusapkan keseluruh tubuh.

Penyelarasan

Pada malam jumat kliwon pengamal tidak diwajibkan untuk ngebleng tidak tidur selama semaleman dan melakukan wiridan serta sholat hajad pada tengah malam selepas jam 00.00 waktu setempat.

Setelah sholat hajad lakukan wirid sehabis sholat sebagaimana biasa kemudian tutup dengan mantra ajian brajamusti di atas sebanyak 117 kali.

Jika khodam dari ajian tersebut manjing ke dalam tubuh biasanya kita akan merasakan keanehan atau keyakinan bahwa ilmu tersebut telah menyatu dalam tubuh kita. Bahkan kalau beruntung seseorang yang mengamalkan ajian ini akan ditemui langsung oleh khodam brajamusti yang memiliki ciri bertubuh besar dan berjubah panjang. Jika sewaktu-waktu ilmu ini akan kita gunakan maka kita hanya perlu membaca mantra di atas sebanyak satu kali sambil menahan nafas.

Namun perlu diingat bahwa amalan ajian brajamusti ilmu kanuragan tingkat tinggi di atas sekedar sebagai gambaran semata, pasalnya amalan tersebut butuh ijazahan serta guru pendamping agar tidak tersesat serta membahayakan diri si pengamal.